IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Walikota Dorong Produk UMKM Jadi Parcel Lebaran

Walikota Balikpapan, Rizal Effendi saat eninjau parcel Lebaran di satu supermarket.

IDCFM.NET, Balikpapan– Walikota Balikpapan Rizal Effendi bersama lintas sektor lakukan sidak parcel (paket) lebaran di sejumlah supermarket pada Selasa (28/05/2019).

Kegiatan ini untuk memastikan bahwa parcel lebaran yang dijual di supermarket memiliki izin usaha dan terdaftar di BP POM. Selain itu sidak juga untuk memastikan produk panganan yang dijual masih layak konsumsi alias belum kadaluarsa.

Temuan menarik ketika rombongan lakukan sidak di Supermarket Transmart Carrefour. Pada satu parcel yang dibongkar oleh walikota, didapati keterangan isi pada kemasan parcel, untuk teh poci kadaluarsanya pada Agustus 2019. Tentu saja ini menjadi perhatian walikota, mengingat berdasarkan ketentuan produk panganan parcel setidaknya masuk kadaluarsa pada enam bulan kedepan.

“Ini sudah aturan lama dari pusat, masa kadaluarsa minimal enam bulan, berarti setidaknya Desember 2019. Pertimbangannya kan orang ada yang dapat parcel tapi disimpan dulu, tidak langsung digunakan,” ujar Rizal.

Dua supermarket lainnya yang ditinjau adalah Giant dan Lotte Mart. Dari sampel parcel yang diambil dari dua supermarket tersebut, Rizal melihat sudah memenuhi aturan yang berlaku.

Hanya saja ia mengusulkan agar parcel-parcel yang ada di supermarket juga menyertakan produk panganan produksi UMKM Kota Balikpapan. Selain untuk mengenalkan kuliner khas Balikpapan, juga turut membantu perkembangan industri kuliner khas Balikpapan pada masyarakat luas.

“Tempo hari ada itu kue kering, keripik didatangkan dari Jawa. Nda perlu didatangkan lah, disini juga ada kok,” kata Rizal.

Rizal juga meminta kepada pengelola supermarket untuk menerima aduan dan keluhan masyarakat, jika meminta untuk menukarkan isi parcel yang rusak.

“Bisa jadi pas mau dijadikan parcel ga pesok, tapi karena diangkut sana-sini jadi pesok. Kalau sudah begitu penjual harus terima komplain dari penerima parcel dan harus mau untuk ditukar dengan yang masih bagus,” kata Rizal menekankan.

Rizal juga tekankan jika kedapatan supermarket yang menolak untuk mengganti isi parcel yang rusak dan kadaluarsa, maka pihaknya tidak segan untuk menjatuhkan sanksi.

“Pertama dan kedua kita berikan teguran. Kalau masih masif ketiga kita beri sanksi penutupan,” kata Rizal lagi.

Wulan- Staf Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan yang ikut sidak bersama rombongan membenarkan bahwa masa kadaluarsa parcel minimal enam bulan atau dalam lebaran tahun ini adalah sampai dengan Desember 2019.

Wulan mengatakan ketentuan itu ditetapkan oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BP-POM).

“Iya itu sudah ketentuan dari pusat. Toko-toko juga sudah tau karena Dinas Perdagangan sebelumnya sudah edarkan surat mengenai ketentuan itu,” ujar Wulan.

Ketentuan lain dalam pengemasan parcel adalah menyertakan daftar isi parcel, barcode produk dan tanggal kadaluarsa. Daftar isi itu direkatkan pada sudut kemasan parcel yang mudah terlihat. Termasuk menulis merk toko penyedia parcel Lebaran.

“Jadi nanti kalau ada yang kadaluarsa atau rusak kemasannya, masyarakat bisa komplain ke toko. Dan tadi mereka sampaikan bersedia mengganti,” ujar Wulan. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme