IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Sudah 82 Agen Dan Pangkalan LPG Kena Skors, Ini Kontak Satgas MOR VI Kalimantan

 

IDCFM.NET, Balikpapan—PT Pertamina MOR VI Kalimantan mencatat telah menskors sekitar 82 pangkalan LPG di Kalimantan. Sangsi menghentikan untuk sementara waktu itu diberikan karena pangkalan tersebut kedapatan menjual tabung gas LPG 3 Kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah setempat. Selain masalah mendistribusikan tabung gas kepada pengecer, juga dikenakan sanksi skors.

“Sangsi kita kalau agen pangkalan melanggar aturan, kita skors minimal dua minggu, kita tidak beri penyaluran.  Kalau masih melanggar kita skors sampai satu bulan. Kalau masih melanggar aturan akan kami coret. Demikian juga pangkaan yang terbukti melanggar, alokasinya langsung kami alihkan ke agen dan pangkalan terdekat,” kata Boy Frans J Lapian—General Manager Pertamina MOR VI Kalimantan, saat press conference kesiapan Pertamina menjelang Lebaran di Balikpapan pada Senin (27/05/2019).

Boy pun mempersilakan masyarakat untuk menghubungi call center Pertamina di nomor 500000 atau 135 bagi yang melihat agen dan pangkalan yang menyalahi aturan. Khususnya pada momen Ramadhan hingga lebaran mendatang, pangkalan diharapkan tidak lagi menjual LPG 3 Kg ke pengecer demi menjaga ketersediaan pasokan untuk masyarakat.

“Kami sudah instruksikan seperti periode Ramadhan dan Idul Fitri agar betul-betul pangkalan menjual langsung ke konsumen. Kami prediksi peningkatan permintaan mencapai enam persen,” ujarnya.

Menghadapi Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Pertamina MOR VI Kalimantan lakukan penguatan stok LPG yang terbagi dalam dua tahap. Tahap satu pada 3 Mei -15 Mei 2019 yang mana dilakukan penambahan alokasi fakultatif sebanyak  1.186 Metrik Ton ( 395.360 tabung). Selanjutnya tahap dua dilakukan sejak 15 Mei – 31 Mei 2019 yaitu 1.126 Metrik Ton ( 375.200 tabung). Penyaluran ini telah disalurkan kepada 231 agen dan 8.061 pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Kalilmantan.

“Dari angka tadi untuk wilayah Kalimantan Timur,  penambahan fakultatif Tahap I sebanyak 334 Metrik Ton  atau 111.440 tabung dan penambahan fakultatif Tahap II sebanyak 338 Metrik Ton atau 112.560 tabung,” kata Boy menyebutkan.

Boy juga menyampaikan, Pertamina telah menyiapkan agen dan pangkalan siaga guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan LPG. Sebanyak 231 agen PSO siaga, 829 pangkalan siaga, 72 agen NPSO siaga, dan 263 sub agen NPSO Siaga di seluruh wilayah Kalimantan. Untuk wilayah Kalimantan Timur sendiri, Pertamina menyiagakan 52 agen PSO siaga, 228 pangkalan siaga, 20 agen NPSO siaga, dan 79 sub agen NPSO Siaga.

Heppy Wulansari- Region Manager Communication & CSR Kalimantan menambahkan, langkah antisipatif lainnya dari Pertamina adalah menginstruksikan agen-agen untuk melalukan pengisian LPG NPSO ke Modern Outlet seperti indomaret dan SPBU sebagai outlet penjualan LPG.

Pertamina juga berkoordinasi dengan instansi terkait (ASDP/Dishub, Ditjen Migas, Pemda TK I & II, Kepolisian, Perbankan). Koordinasi dilakukan guna memperlancar distribusi LPG jika terjadi hambatan di lapangan.

“Jadi nanti saat lebaran, datang ke Pangkalan, tetapi tutup, itu bukan berarti habis. Karena pemilik pangkalan kan ikut berlebaran juga. Antisipatif adalah tabung gas LPG bisa didapat di SPBU dan indomaret juga disiagakan untuk selalu buka,” kata Heppy.

“Apabila masyarakat menemukan adanya kendala dan hambatan distribusi yang terjadi di lapangan, dapat juga disampaikan melalui contact Pertamina yaitu 135 atau melalui email ke pcc@pertamina.com dan telpon ke contact center Satgas MOR VI (0542) 7524567/ 4313,” ujarnya menambahkan. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme