IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Pertamina Kalimantan Menyiagakan 24 Jam SPBU di Jalur Mudik dan Wisata

Boy Frans J Lapian—General Manager Pertamina MOR VI Kalimantan

IDCFM.NET, Balikpapan– Menjelang Idul Fitri 1440 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR ) VI Kalimantan mengambil langkah-langkah antisipatif terhadap peningkatan konsumsi masyarakat akan BBM dan LPG di wilayah Kalimantan. Kesiapan ini dilakukan guna menjamin masyarakat di Kalimantan dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan lancar. Dalam mengawal kelancaran distribusi BBM dan LPG, Pertamina membentuk Satuan Tugas (Satgas) terhitung mulai 21 Mei 2019 sampai dengan  21 Juni 2019.

Boy Frans J Lapian—General Manager Pertamina MOR VI Kalimantan mengatakan Pertamina menyiagakan 37 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalur mudik dan wisata  untuk  beroperasi selama 24 jam, terhitung mulai dari H-7 s.d H+3 Idul Fitri. Untuk di Kalimantan Timur, kata Boy,  terdapat 13 SPBU, Kalimantan Tengah 7 SPBU, Kalimantan Selatan 16 SPBU, dan 11 SPBU untuk Kalimantan Barat.

“SPBU di jalur strategis tersebut diintruksikan untuk mempunyai buffer stock sehingga tidak terjadi kekosongan BBM di SPBU. Seperti jalur mudik, jalur wisata dan jalur menuju Bandara,” ujar Boy.

Kata Boy menjelaskan sebanyak 48 mobil tanki yang diawaki 76 AMT juga disiapkan untuk kelancaran distribusi BBM ke masyarakat. Mobil tanki ini akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait diantaranya apparat, perbankan dan DLLJAR.

Pada  Idul Fitri 2019, kebutuhan BBM diprediksi akan mengalami peningkatan sejak H-7 untuk gasoline. Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM pada Idul Fitri,” kata Boy.

Adapun peningkatan stok BBM jenis Premium secara keseluruhan di wilayah Kalimantan sebesar diprediksi sebesar tujuh persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 3.293 KL/hari menjadi 3.539 KL/hari . Adapun untuk Kalimantan Timur, peningkatan stok premium diprediksi sebesar empat persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 976 KL/hari menjadi 1.011 KL/hari.

Sementara itu peningkatan stok Pertamax di wilayah Kalimantan diprediksi sebesar dua persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 562 KL/hari menjadi 574 KL/hari. Untuk Kalimantan Timur, peningkatan stok Pertamax tidak terlalu signifikan hanya satu persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 108 KL/hari menjadi 109 KL/hari.

“Untuk konsumsi gasoil secara umum di wilayah Kalimantan  turun 4.5% dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 2.629 KL/hari dari 2.752 KL/hari. Namun, Pertamina tetap menyiagakan stok gasoil sesuai dengan kebutuhan normal.  Untuk wilayah Kalimantan Timur, diprediksi penurunan hingga 13% dari konumsi normal bulanan atau sekitar 714 KL/hari dari 823 KL/hari,” ujarnya menyebutkan.

Penurunan perimntaan juga terjadi pada konsumsi avtur yang mana selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri cenderung turun  sebesar 19,6 % dibandingkan konsumsi normal bulanan atau sebesar 13.320 KL/bulan dari 16.560 KL/bulan untuk wilayah Kalimantan.

Sedangkan, untuk Kalimantan Timur, konsumsi normal avtur selama bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri cenderung turun sebesar 13,6% dibandingkan konsumsi normal bulanan atau sebesar 8.400 KL/bulan dari 9.720 KL/bulan.

“Kalau Kalimantan Timur cenderung turun. yang meningkat itu seperti di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Di provinsi lain tidak signifikan,” kata Boy.

Meski terdapat kecenderungan menurun, kesiapan Pertamina dalam menjaga ketahanan stok avtur tetap dilakukan pada 9 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Diprediksi peningkatan konsumsi avtur tertinggi diprediksi pada H-5 Idul Fitri. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme