IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Penukaran Uang di Bank Sampai 31 Mei 2019, Segini Paket Maksimal Penukarannya

Kepala KPw BI Balikpapan, Bimo- Epyanto (tengah) saat gelar temu media sekaligus bukber pada Jumat (10/09/2019).

IDCFM.NET, Balikpapan—Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI Balikpapan)  telah mempersiapkan strategi pelayanan kebutuhan uang tunai di perbankan maupun masyarakat.

Bekerjasama dengan perbankan membuka layanan penukaran uang di loket perbankan mulai enam Mei sampai dengan 31 Mei 2019 pada kantor bank yang menggunakan spanduk penukaran. Spanduk penukaran tersebut sebagai penanda bagi masyarakat bahwa kantor bank menyediakan layanan penukaran uang baru pecahan kecil.

“Kebijakan kami berupaya menyediakan uang dalam jumlah cukup secara keseluruhan dan cukup pecahannya. Kami gandeng p[erbankan untuk ikut melayani bukan semata hanya pada nasabah tetapi juga umum. Baik datang ke bank maupun kas keliling,” kata Kepala KPw BI Balikpapan, Bimo- Epyanto.

Bimo mengatakan mengingat kebutuhan masyarakat cukup tinggi, maka Bank Indonesia menggunakan paket maksimal penukaran sebesar Rp3.700.000 per orang. Paket tersebut terdiri atas Rp2.000.000 uang rupiah  pecahan  Rp20.000, Rp1.000.000 uang rupiah pecahan Rp10.000, Rp500.000 uang rupiah  pecahan  Rp5.000 dan Rp200.000 uang rupiah pecahan Rp2.000.

Adapun layanan penukaran uang yang disediakan oleh KPw BI Balikpapan untuk mobil kas keliling adalah pada tiga hari setiap pekannya mulai jam 09:30 sampai dengan 11:00 WITA.  Bertempat Pasar Klandasan pada hari Senin; Pasar Inpres Kebun Sayur pada Selasa dan Pasar Segar Balikpapan Utara pada Kamis. Sementara pelaksanaan penukaran di outlet mengikuti operasional masing-masing bank.

“Layanan penukaran uang  juga pada Bazaar kegiatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah,” ujarnya.

Bimo juga menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan penukaran di outlet penukaran yang resmi dan menghindari melakukan penukaran pada jasa penukaran yang berada di pinggir jalan. Ia juga meminta agar masyarakat selalu cermat dan teliti dalam menerima uang hasil penukaran terutama jika menggunakan layanan penukaran yang tidak resmi (bukan dari Bank Indonesia atau Perbankan) untuk mengantisipasi beredarnya uang palsu.

“Untuk menghindari risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar, masyarakat diharapkan untuk menggunakan alat pembayaran non tunai maupun uang elektronik dalam bertransaksi khususnya selama periode Ramadhan dan Hari Raya Idhul Fitri 2019,” kata Bimo.

Kebutuhan uang pada momen ramadhan dan lebaran di wilayah kerja KPw BI Balikpapan (Kota Balikpapan, Kab. Penajam Paser Utara dan Kab. Paser) pada tahun 2019 diperkirakan mencapai Rp 2,3 triliun atau meningkat 36% (yoy) dibandingkan realisasi periode ramadhan-lebaran tahun 2018 yang sebesar Rp1,7 triliun.

Apabila dirinci per denominasi, proyeksi kebutuhan uang periode Ramadhan dan lebaran tiga daerah tersebut adalah Uang Pecahan Besar  (UPB) yang terdiri atas pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 sebesar Rp2,1 Triliun. Sedangkan perkiraan kebutuhan Uang Pecahan Kecil (UPK) yang terdiri atas pecahan Rp.20.000, ke bawah diperkirakan sebesar Rp 180,2 Miliar.

“Peningkatan yang cukup signifikan ini disebabkan antara lain persiapan libur lebaran,  pembayaran Tunjangan Hari Raya dan Gaji Pegawai oleh pemerintah maupun swasta,  serta peningkatan kemampuan daya beli masyarakat. Kita prediksi ada kenaikan 36 persen dibanding tahun lalu,” kata Bimo. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme