IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Dorong Mitra Kerja Dukung Industri Alternatif Kaltim

IDCFM.NET, Balikpapan– Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Angka (Dirjend IKMA) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menjalankan Program Santripreneur di Pondok Pesantren Hidayatullah, Balikpapan Timur.
Dipilihnya satu pondok pesantren di Balikpapan ini tidak lepas dari dorongan komisi X DPR RI agar mitra kerjanya ini melirik pesantren di luar pulau Jawa dalam program santripreneur menuju santri berkreasi tersebut.
“Hidayatullah ini yang pertama di Kalimantan, menjadi yang ke 10 dari target 27 pesantren tahun ini. Pelatihan selama lima hari mulai 12 April sampai dengan 16 April,” ujar Hetifah Sjaifudian M. P. P- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, saat menyampaikan sambutan dalam peresmia. Program Penumbuhan Wirausaha Baru di Pondok Pesantren Hidayatullah, Balikpapan pada Jumat (12/04/2019).
Hetifah mengatakan Kalimantan sering dipandang sebelah mata dan dianggap terbelakang, sehingga tidak ada kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kreasi. Program Santrienterpreneur sendiri memiliki syarat seperti kuantitatif jumlah penduduk, jumlah santri dan sebagainya.
Banyaknya pondok pesantren di pulau Jawa, menjadikan kalimantan sering tidak masuk radar pantauan kementrian sebagai kelompok penerima atau menjadi fokus area yang cocok.
“Ya upaya kami di DPR RI menyuarakan bahwa Kaltim punya loh. Ada pesantren yang sudah santrinya banyak. Kalau kita tidak dorong, desak dan suarakan, itu menyedihkan sekali,” kata Hetifah.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan Komisi X berupaya merespon kebutuhan anak muda dan kesempatan kerja. Dalam Musrenbang Kaltim salahsatu isu saat yang menonjol adalah lapangan kerja. Kesempatan kerja atau pengangguran menjadi isu sehingga untuk bisa mensupport adanya lapangan usaha yang lebih besar bagi anak-anak Kaltim dan tidak lagi serta Merta mengharapkan lowongan PNS yang kuota penerimaan nya sangat terbatas.

“Kalau kemiskinan mungkin menurun atau cenderung kecil ya. Tapi Kemudian kita juga tidak bisa manfaatkan semata-mata dari ekonomi Migas juga perkebunan-perkebunan besar saja. Dan yang sangat potensial di Kaltim adalah justru industri-industri alternatif seperti pariwisata dan juga industri yang sekarang masuk dalam industri kreatif itu,” ujarnya.
Bicara mengenai industri kreatif, Hetifah juga melihat sineas-sineas Kaltim kualitasnya bisa melampaui para film maker dari Jakarta. Termasuk juga pemerintah daerah yang komit jalankan program ekonomi kreatif. Untuk itulah pihaknya harus bawa banyak pejabat-pejabat tingkat Dirjend, Menteri dan juga kepala badan, untuk menyaksikan sendiri bahwa Kalimantan Timur punya potensi.
“kita di dewan menyuarakan dan membuka mata dari para mitra- mitra itu dari semua kementrian bahwa Kalimantan punya potensi juga loh silakan liat sendiri. InshaAllah Dirjend kebudayaan juga akan hadir di Kalimantan besok. Kan ada undang-undang baru kemajuan kebudayaan. Dengan ini ada fasilitasi untuk kelompok seni kelompok budaya. Kita punya support mereka,” ujar Hetifah. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme