IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

30 Santri di Hidayatullah Ikuti Program Santripeneur

Gati Wibawaningsih- Direktur Jenderal IKMA (dua dari kanan); Direktur IKM E. Ratna Utarianingrum (Kiri) dan Ustad H. Hamzah Akbar-Ketua Yayasan Ponpes Hidayatullah (Kanan) memperlihatkan mesin obras yang di serahkan pada pihak yayasan pesantren.

 

IDCFM.NET, Balikpapan–Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Angka (Dirjend IKMA) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menjalankan Program Santripreneur di Pondok Pesantren Hidayatullah, Balikpapan Timur selama lima hari. 30 santri pilihan mengikuti program Penumbuhan wirausaha baru tersebut mulai 12 April-16 April 2019.
Program Santripreneur oleh Ditjen IKMA dilaksanakan sejak 2013 hingga triwulan dua 2019 dan telah melaksanakannya 31 pondok pesantren di lima provinsi. Ponpes Hidayatullah menjadi lokasi kedua di luar pulau Jawa setelah Lampung dilaksanakannya program ini.
“Kami sudah lakukan di banyak ponpes di jawa sehingga kadang kami lupa. Ponpes Hidayatullah ini atas usulan ibu Hetifah, Wakil Komisi 10. Tahun ini kami targetkan 27 pesantren dan Hidayatullah ke-10,” kata Gati Wibawaningsih, S. Teks, M. A Direktur Jenderal IKMA.
Gati mengatakan ruang lingkup pembinaan dalam Program Santri Enterpreneur diantaranya pelatihan produksi dan bantuan mesin atau peralatan di bidang olahan pangan dan bengkel roda dua; kerajinan boneka dan kain perca; konveksi busana muslim dan seragam daur ulang sampah; produksi pupuk organik cair serta pendampingan SNI garam beriodium.
Gati mengatakan bantuan untuk Pondok Pesantren Hidayatullah adalah kedua kalinya, setelah sebelumnya Kementrian Perindustrian membantu Pondok Pesantren Hidayatullah di Kota Palu pada tahun 2009. Untuk program Santripreneur di Hidayatullah, pihaknya gelontorkan dana sebesar Rp. 400 juta.
“Namanya program santripreneur adalah antri berkreasi. Dengan santri berkreasi bisa siap kerja. Revolusi industri 4.0 memberikan peluang untuk revitalisasi sektor manufaktur Indonesia dan menjadi salah satu cara mempercepat pencapaian visi misi menjadi 10 ekonomi terbesar dunia tahun 2030,” ujar Gita.
“Kenapa kita tidak menyasar SMK? Kami melihat pesantren ini lebih disiplin dan tertib. Mereka salat lima waktu, bangun pagi, daripada kita bentuk wirausaha baru dari SMA-SMK. Program ini ada yang sudah berhasil, contoh Pondok Pesantren Sunan Drajat mereka sudah ada SMK Animasi. Sehingga kita dorong dan beri bantuan disana,” kata Gita lagi.
Sementara itu, Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian E. Ratna Utarianingrum mengatakan Kementerian Perindustrian memiliki program e-Smart Industri Kecil Menengah (IKM) yang diluncurkan tahun 2017. Melalui program ini kementerian perindustrian berupaya melakukan edukasi dan pembinaan terhadap IPM untuk masuk dalam e-commerce melalui program e-Smart IKM.
Berdasarkan data yang ada, tahun 2018 Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah telah melatih 5.945 KM di seluruh Indonesia dan membukukan transaksi lebih dari 1,3 miliar tahun 2018 naik 77% dari transaksi tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp. 168 juta.
“Peserta Bimtek Santripreneur juga mendapatkan sertifikat. Melalui program Santripreneur, menumbuhkan wirausaha baru, sehingga santri setelah keluar dari pesantren bisa mencetak lapangan usaha dan sudah siap kerja,” ujar Ratna.
Ustad H. Hamzah Akbar, S.Sos-Ketua Yayasan Ponpes Hidayatullah mengatakan para santri Pondok Pesantren Hidayatullah diharapkan bukan saja mendalami ilmu agama namun juga dalam kehidupan bersosial.
Peaksanaan program santripreneur dapat menambah kegiatan positif bagi para santri di lingkungan pondok. Selain itu melalui usaha nya nanti para santri berguna bagi masyarakat menumbuhkan perekonomian daerah setempat seperti penyerapan tenaga kerja.
“Prgram Santripreneur sangat bermanfaat bagi para santri. Terimakasih buat Menteri Perindustrian dan juga dukungan komisi 10 DPR RI. Ini akan menjadi hajat kasar life skill santri menjadi sesuatu yang kasasih yang harus dimiliki karena menjadi pembina ditengah-tengah masyarakat,” kata Ustad Hamzah.
Pondok Pesantren Hidayatullah ini memiliki bih dari 1000 santri. Memiliki unit pendidikan antara lain pendidikan tingkat Madrasah Ibtiidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme