IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Menyemangati Persatuan Melalui “Festival Baitul Maqdis”

IDCFM.NET, Balikpapan—Festival Baitul Maqdis gelaran Sahabat Al-Aqsha yang bekerjasama dengan Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Istiqamah Pertamina Balikpapan dan lembaga islam di Balikpapan pada delapan hingga 10 Februari 2019 berjalan sukses. Festival yang diisi dengan kegiata pameran foto dan Lukisan Baitul Maqdis, Kajian Muslimah, Kajian Keluarga Sakinah dan Khutbah Pembebasan Baitul Maqdis serta lomba mewarnai dan menggambar bertemakan Baitul Maqdis.

“Festival ini kami beri judul ” Kesetiaan Balikpapan kepada Baitul Maqdis”. Baginda Rosullulah mengatakan yang membebaskan Baitul Maqdis adalah dari timur. Kalau dari Palestina bisa jadi Indonesia dan kalau ditingkatkan lagi Kalimantan Timur dan Balikpapan,” ujar Dani Mardani, pegiat Sahabat Al-Aqsha Kaltim saat mengisi Talkshow di IDC FM dalam program “Hukum dan Keadilan” pada Senin (11/02/2019) pagi.

Di Balikpapan, kata Dani, pegiat peduli Baitul Maqdis cukup banyak. Termasuk dengan DKM Istiqamah Pertamina Balikpapan yang telah 12 tahun bekerjasama dengan Sahabat Al-Aqsha untuk aksi kemanusiaan di Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsa yang terdapat didalamnya. Dalam kegiatan selama tiga hari tersebut juga dilakukan aksi penggalangan dana.

Mengutip laman resmi www.sahabatalaqsha.com, seluruh penghimpunan dana yang ada tersebut disalurkan oleh Sahabat Al-Aqsha diantaranya santunan bulanan kepada ratusan Yatim Syuhada; Operasi luka parah dan perawatan; Beasiswa calon dokter palestina; Klinik pemasangan mata buatan di Suriah Utara; Tangki dan suplai air bersih; sekolah darurat madrasah As-Sahil di kamp. Muhajirin di Lazakia; Bantuan pakaian dan makanan untuk keluarga-keluarga Fuqoro; Markas ibu-ibu dan keputrian, Pusat kursus ketahanan ekonomi rumah tangga dan Bantuan darurat medis, Makanan dan uang tunai.

“Pegiatnya memang banyak di Balikpapan sehingga kita buat jalinan silaturahim untuk lakukan upaya sosialisasi. Kami berharap umat Islam di Indonesia, khususnya di Kaltim semangat dan jangan pernah berhenti membela saudara yang tertindas dan terjajah di Palestina,” ujarnya.

Pria yang juga berprofesi sebagai praktisi hukum ini mengatakan Sahabat Al-Aqsha telah melakukan kerjasama dengan kajian bersama-tokoh-tokoh Palestina tentang Baitul Maqdis. Terlebih setelah pemerintah Amerika Serikat mendukung pemindahan Tel Aviv, ibukota Israel ke Yerusalem yang juga bagian dari Baitul Maqdis.

Alumnus Universitas Islam Bandung (Unisba) Jurusan Hukum Internasional mengatakan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) 57 negara anggota (termasuk Indonesia) sejauh ini belum memberikan harapan yang sesungguhnya. Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengeluarkan 28 kesepakatan tentang Palestina dan Israel, juga diabaikan oleh pihak zionis. Khususnya sejak ada keturutcampuran pihak asing Amerika Serikat, Inggris dan Perancis.

“Amerika juga melawan sikap dunia dengan mengumumkan pengakuan Yerusalem ibukota Israel. Ini mencederai kesepakatan. Karena keberadaan secara hak demokrasi di berlakukan itu sudah tidak demokrasi, disitulah upaya negara muslim yang menentang akan hak veto tersebut. Secara kenyataan tidak ada peran PBB ,” ujarnya.

Untuk memenangkan Baitul Maqdis, kata Dani, butuh proses yang dilalui dengan tiga tahapan berupa ilmu dan makrifat. Pertama adalah adalam memahami sejarah Masjidil Aqsha yang merupakan kiblat pertama umat muslim dan peristiwa Isra’ Mi’raj.

Tahap kedua adalah konsinyasi. Tahap ketiga yang sekarang adalah kajian bersama-tokoh-tokoh Palestina dan aktivis islam untuk merebut kembali Baitul Maqdis dari Israel. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme