IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Rasio Kredit Macet Bank Syariah Masih Tinggi

IDCFM.NET, Balikpapan—Keuangan perbankan syariah di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan dilaporkan tumbuh sebesar 17,06 % (yoy), atau berjumlah Rp. 3,09 triliun. Pencapaian ini didorong oleh pembukaan satu kantor cabang syariah di Kota Balikpapan pada tahun 2018.

“Perkembangan intermediasi perbankan syariah pada tahun 2018 cenderung lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ada tujuh kantor cabang di wilayah kerja kami dan satu baru buka tahun 2018. Ini secara langsung pengaruhi kemampuan bank berekspansi juga mengcover dana dari masyarakat,” kata Suharman Tabrani, Pemimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, saat jumpa pers di rumah jabatan kepala KPw BI Balikpapan pada Selasa (30/01/2019).

Suharman menyebutkan, penghimpunan DPK syariah pada tahun 2018 tumbuh sebesar 21,89 %(yoy) lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebesar 16,77 %(yoy). Sedangkan pembiayaan tercatat sedikit melambat dengan pertumbuhan sebesar 3,27% (yoy) dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 6,33% yang disebabkan turunnya pembiayaan untuk kredit modal kerja dan investasi.

“Hal ini seiring meningkatnya risiko pembiayaan yang tercermin dari kenaikan rasio NPF dibandingkan tahun 2017 dari 3,75% menjadi sebesar 6,8% pada tahun 2018,” ujarnya.

Tingginya Non Performing Financing (NPF) atau rasio kredit macet di perbankan syariah menjadi perhatian tersendiri oleh Bank Indonesia. Berdasarkan data yang ada, penyumbang NPF tertinggi adalah pada industri pengolahan dan pertambangan. Suharman meyakini kasus ini bukan hanya terjadi di Kaltim namun juga secara nasional.

“Kenapa NPF tinggi karena belum 100 persen diterima masyarakat. Ada golongan masyarakat yang pertanyakan jenis instrument dan produk tabungan bank syariah. Itu perkiraan kami dan bahwa memang ekonomi di Balikpapan belum sekuat yang diharapkan,” kata Suharman.

Guna meningkatkan kinerja Bank Syariah, berbagai event yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di tahun 2018 bersama Perbankan Syariah, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Sejumlah Pondok Pesantren. Kegiatan ini mendorong peningkatan pangsa pembiayaan dan Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK).  Kegiatan tersebut  diantaranya melalui event Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang diselenggarakan di Balikpapan pada November 2018.

“Ke depan, Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, termasuk memantau kecukupan dan distribusi likuiditas di perbankan,” kata Suharman menambahkan.

Adapun porsi pembiayaan syariah di Kota Balikpapan tercatat sebesar 9,77% terhadap total kredit. Sedangkan porsi DPK syariah tercatat pada tahun 2018 sebesar 8,49% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 7,84%.

Sementara, tingkat FDR tercatat sebesar 113% lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya (133%). (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme