IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Bagasi Percuma Seberat Koper Kosong, Kebijakan Lion Air Memukul Dunia Usaha

Walikota Balikpapan Rizal Effendi

IDCFM.NET, Balikpapan—Pengenaan tarif bagasi berbayar oleh maskapai penerbangan Lion Air dan Wings Air ditanggapi oleh Walikota Balikpapan Rizal Effendi. Walikota Rizal berharap agar manajemen Lion Air meninjau kembali kebijakan tersebut, khususnya dari segi sosial dan ekonomi.

“Masyarakat konsumen tentunya terlalu berat apa yang terjadi di transportasi. Saya setuju dengan Suara Yayasan Konsumen bahwa agar ditinjau kembali kebijakan itu,” katanya.

Ia mengatakan selama ini angkutan udara menjadi bagian angkutan penting. Tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat mampu namun juga oleh masyarakat bawah. Lion Air Group yang terkenal dengan tiket murah menjadi pilihan utama oleh masyarakat.

“Lion lebih banyak kepada masyarakat yang penndapatannya tidak besar tetapi membutuhkan angkutan yang cepat. Nah, kalau dia tidak boleh membawa barang seperti yang ada itu memang menjadi pukulan berat masyarakat,” ujarnya.

Selain memberatkan konsumen kalangan menengah ke bawah, pengenaan tarif bagasi berbayar juga dikhawatirkan mematikan usaha para pelaku ekonomi, khususnya pelaku Usaha Makro Kecil Menengah (UMKM).

“Biasanya kalau pulang kampung ada bawa oleh-oleh. Nah kan ini bisa memukul dunia usaha kita, UMKM itu berpengaruh. Sehingga saya setuju agar kebijakan ini ditinjau kembali,” ujarnya berharap.

Hestia, pengguna jasa angkutan udara, juga mengeluhkan diturunkannya kembali bagasi Cuma-Cuma oleh Lion Air.

“Ingat dulu waktu baru-baru, Lion Air bagasinya 30 Kg, kemudian turun menjadi 20 Kg dan sekarang menjadi tujuh Kg. Sementara Koper aja beratnya sudah hampir lima Kg,” ujar Hestia.

Hestia menyayangkan kebijakan Lion Air yang menerapkan bagasi berbayar. Apalagi nominal yang dikenakan dinilai cukup memberatkan konsumen.

“Kalau penumpangnya kalangan masyarakat bawah kan kasian juga ya, jadi terbebani. Tolong lah di pertimbangkan kembali,” katanya penuh harap.

Mengutip pernyataan Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, dalam portal berita Republika.co.id, calon penumpang yang membawa bagasi melebihi tujuh kilogram dapat melakukan pembelian voucer bagasi melalui agen perjalanan, laman resmi Lion Air, atau kantor penjualan tiket Lion Air Group.

Para penumpang hanya digratiskan untuk membawa satu bagasi kabin seberat tujuh kilogram dan satu barang pribadi. Ketentuan maksimum ukuran dimensi bagasi kabin adalah 40 cm x 30 cm x 20 cm.

“Jika melebihi ketentuan tersebut, para penumpang akan dikenai biaya tambahan,” kata Danang.

Tarif bagasi yang harus dibayar penumpang bergantung pada bobot bawaan. Untuk bobot lima kilogram (kg) tarifnya sebesar Rp 155 ribu. Kemudian, bagasi dengan 10 kg dikenakan biaya Rp 310 ribu, 15 kg Rp 465 ribu, 20 kg Rp 620 ribu, 25 kg Rp 755 ribu, dan 30 kg Rp 930 ribu.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi merestui kebijakan bagasi berbayar oleh Lion Air Group. Sesuai kesepakatan, pengenaan tarif bagasi diberlakukan mulai 22 Januari 2019.

Ketentuan mengenai bagasi tercatat diatur dalam Pasal 22 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Setiap maskapai dalam menentukan standar pelayanan memperhatikan kelompok pelayanan yang diterapkan masing-masing. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme