IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Si Merah Dengan Layanan Mobile Lifestyle Tanpa Batas

Persiapan jaringan operator selular Telkomsel menjelang Festival Budaya Lembah Baliem ke-29 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, pada 7-9 Agustus 2018. (dok. Telkomsel)

IDCFM.NET, Balikpapan—Penguatan ekosistem industri 4.0 yang digagas oleh Kementrian Perindustrian Republik Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi operator selular terbesar di Indonesia, Telkomsel.

Berdiri sejak 26 Mei 1995, Telkomsel secara konsisten mengimpelentasikan teknologi mobile lifestyle terkini, dalam rangka memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Termasuk mengembangkan ekosistem digital menyongsong Industri 4.0

“Ini menjadi tantangan bagi Telkomsel. Hakikatnya di era digital adalah memberikan sesuatu yang lebih advance. Tahun 2018 dan seterusnya adalah menyediakan konektivitas lintas industri teknologi dan komunikasi baik person to person or machine to machine,” kata Mulya Budiman, General Manager Sales Region Telkomsel Kalimantan.

Secara gamblang, Jimie- kerab ia disapa, mengatakan dalam sejarah perjalanan industri telekomunikasi, tahun 1973 masih mengunakan jaringan 1G. Jaringan 1G masih menggunakan teknologi analog yang hanya mendukung panggilan suara dengan kualitas rendah. Selanjutnya tahun 1990 an teknologi jaringan 2G mulai dikembangkan. Melalui sistem ini pengguna seluler bisa melakukan komunikasi melalui suara, SMS dan MMS. Jaringan 2G meningkatkan kecepatan data hingga 2 Mbps melalui GPRS EDGE. Sehingga memungkinkan pengguna untuk mengakses e-mail dan browsing web.

Telepon selular pun menjadi bagian gaya hidup. Selanjutnya teknologi jaringan 3G mulai dikembangkan Telkomsel di tahun 2000. Melalui jaringan ini pelanggan kartu seluler Telkomsel mampu melakukan panggilan video. Komunikasi menjadi lebih cepat, kejernihan suara lebih baik dan kecepatan data lebih tinggi.

“Tahun 2010 Telkomsel menjadi yang pertama meluncurkan secara komersial layanan mobile 4G LTE di Indonesia. Dengan teknologi ini kegiatan transfer data lebih cepat, End-to-end IP Connection yang artinya pesan atau data yang kita kirim hanya terlihat oleh orang yang saling berkirim pesan saja. Tidak bisa disadap oleh pihak manapun,” ujar Jimie meyakinkan.

Seiring dengan kemajuan teknologi telekonunikasi, Telkomsel mencatat 55 persen pelanggannya adalah pengguna data, yang dalam arti telah beralih memanfaatkan jaringan 3G dan 4G LTE. Selebihnya adalah pelanggan yang disebut dengan Legacy, hanya melakukan panggulan suara dan SMS melalui teknologi jaringan 2G.

Pelanggan yang masih menggunakan 2G ini, kata Jimie, didominasi pelanggan dari daratan luas atau kawasan yang sulit dijangkau aksesnya akibat terkendala pada infrastruktur.

“Di Kalimantan pengguna 2G berjumlah 5.1 juta. Pengguna 3G sebanyak 1.5 juta dan pengguna 4G 3.6 juta. Di Balikpapan pengguna 2G juga masih cukup tinggi yaitu 400 ribu. Sedangkan pengguna 3G sebanyak 115 ribu dan 330 ribu untuk pengguna 4G,” kata Jimie.

Masih tingginya pengguna jaringan 2G menjadi tantangan Telkomsel untuk meningkatkan pelayanan prima.  Untuk memikat pelanggan menjadi pengguna data perusahaan plat merah ini lakukan upgrade kartu SIM (Subscriber Identity Module. Kata Jimie, saat ini 50 persen kartu yang dicetak berupa USIM 4G. Sehingga pelanggan tidak perlu lagi ganti kartu ketika berada di area 4G.

Selain itu, kata Jimie menjelaskan, Telkomsel dalam membangun BTS tidak lagi 2G melainkan 4G. Kalaupun ada 2G, katanya, itu hanya untuk perintis. Perintis artinya memanfaatkan satelit untuk mendirikan BTS 2G.

“Kalau 2G bisa memakai satelit. Nanti begitu ada kita upgrade menjadi 4G. Memang pelanggan yang bermukim di daratan luas untuk menggunakan layanan data kadang harus pergi ke kota atau kabupaten. Telkomsel melihat ini adalah peluang dan menjadi tantangan bagaimana kami berusaha memigrasikan pelanggan jadi pengguna data,” ujar Jimie antusias.

Selain melakukan penetrasi jaringan 4G, Telkomsel juga perkuat jaringan distribusi melalui ekosistem DNA (Device Network Application). Program DNA ini diharapkan mampu menjangkau 100 persen pengguna data Telkomsel.

“Contoh DNA saat Asean Games di Jakarta, Telkomsel showcass demokan apa itu 5G ada demo mobil tanpa driver. Termasuk game online yang mungkin akan ada di olimpiade. Sekarang ini kan tidak dapat medali masih exhibition. Suatu saat mungkin jadi peserta karena di internasional sudah ada.  Teknologi digital udah bergerak disini,” ujarnya.

Rahmad Putra Jaya– GM ICT Operation Regional Kalimantan mengatakan Telkomsel juga memudahkan pelanggan digital untuk mengakses fitur-fitur yang sering di browsing melalui internet. Ketika kata kunci pencarian tersebut mendominasi, secara otomatis produk serupa dari fitur tersebut akan muncul dengan sendirinya.

“Kita kedepan mencatat ini habitat orang kemana ya. Kalau hobinya nonton nanti muncul terus kalau ada film terbaru. Kalau hobi ke salon, nanti muncul juga. Yang pelanggan sering browsing itu bantu kita untuk data analitik. Namun kalau soal privasi dengan End-to-end kita jamin tidak semua orang tau,” kata Rahmad.

Mengenai kesiapan Telkomsel menghadapi pengurangan tenaga kerja dengan digitalisasi ini, pihaknya terus bertransformasi diri. Salahsatunya memfasilitasi pelatihan digital kepada masyarakat. Tema yang diangkat diantaranya training how to be a digital marketing, how to be a selling everything dan how to be an Entrepreneurship.

“Jadi berada di era ini bukan hanya bicara aplikasi tapi juga kompetisi. Resiko memang ada pengurangan padat karya. Namun ketika mempunyai kompetisi digital dia bisa membuat lapangan kerja atau usaha sendiri yang justru menambah produktivitas ekonomi,” ujarnya.

Sebagai service leader dengan visinya “The Best Mobile Lifestyle Provider in Region” Telkomsel siap memandu industri telekomunikasi Indonesia memasuki era mobile lifestyle yang identik dengan gaya hidup masyarakat modern.

“Melalui kegiatan training yang di fasilitasi Telkomsel, masyarakat akan tau gunanya memanfaatkan layanan data. Ada peluang tenaga kerja disana. Misalnya dia mau jual siomay, ga perlu buka warung. Cukup masak di rumah, pemesan juga di rumah, antar melalui kurir. Bisa jadi sosmed seller juga,” ujarnya menambahkan.

Dengan semakin luasnya jaringan dan inovasi layanan Telkomsel, kehadiran selular telah memunculkan gaya hidup yang penuh mobilitas atau dikenal dengan nama mobile- lifestyle. Adapun beragam layanan mobile lifestyle yang telah dihadirkan Telkomsel diantaranya Layanan 4G LTE; Telkomsel Flash; Mobile Banking; Mobil Wallet T-Cash; iPhone 4G; NSP dan ribuan konten layanan lainnya. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme