IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Libur Akhir Tahun, Jasa Raharja Tetap Bayarkan Santunan

Dasrul Aswad (Kiri)-Kepala Cabang PT Jasa Raharja Kaltim dan Kaltara

IDCFM.NET, Balikpapan--Asuransi PT Jasa Raharja Cabang Kaltim dan Kaltara pastikan siagakan petugas, dalam menghadapi momen hari besar keagamaan dan pergantian tahun Masehi.

Perusahaan yang berkantor di kawasan Stall kuda ini telah membuat daftar piket untuk melakukan monitoring kecelakaan lalu lintas. Monitoring dilakukan mulai 23 Desember 2018 sampai dengan satu Januari 2019.
“Dalam kegiatan ini petugas kami bekerja sama dengan kepolisian. Kami sudah membuat daftar piketnya,” ujar Dasrul Aswad SH MH-Kepala Cabang PT Jasa Raharja Kaltim dan Kaltara, di sela perayaan HUT Jasa Raharja, Kamis (20/12/2018).
Selain berkoordinasi dengan pihak kepolisian, PT Jasa Raharja juga telah meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan seluruh rumah sakit di wilayah kerjanya untuk mengantisipasi peristiwa kecelakaan. Khususnya bagi masyarakat yang akan mengajukan klaim asuransi kecelakaan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit. Hal ini guna menjamin agar korban dapat santunan dan dilayani dengan segera. Petugas juga kami siagakan untuk memudahkan masyarakat yang mengajukan klaim,” kata Dasrul.
“Utamanya untuk korban meninggal dunia. Santunan akan dibayarkan satu kali 24 jam setelah klaim diajukan,” ujar Dasrul menambahkan.
Guna memudahkan koordinasi dengan pihak terkait, PT Jasa Raharja juga mencanangkan sistem Informasi dan Teknologi (IT). Sistem ini terhubung dengan instansi terkait seperti kepolisian dan rumah sakit.
PT Jasa Raharja juga sudah terintegrasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk kemudahan mengakses indentitas korban. Termasuk juga dengan perbankan.
“Dengan demikian, informasi kecelakaan yang dialami korban lebih akurat. Kemudian memudahkan ahli waris memperoleh santunan,” ujarnya.
Mengenai kinerja PT Jasa Raharja selamat tahun 2018, perusahaan mengalami peningkatan pengajuan klaim dan besaran santunan.
Pada November 2018 jumlah santunan yang dibayar sebesar Rp. 23 miliar dengan total 1.139 korban. Angka ini meningkat 30 persen dari pembayaran santunan tahun 2017 periode yang sama yakni sebesar Rp. 18 miliar dengan 915 korban.
“Kasus klaim terbanyak adalah luka-luka 696 korban, menyusul jaminan meninggal dunia 303 korban dan P3K berjumlah 115 korban,” ujar Dasrul menyebutkan.
Meski korban mengalami luka-luka jumlahnya lebih mendominasi dalam kasus pengajuan klaim, namun pembayaran santunan kematian lebih besar. Ia merincikan, hingga November 2018, untuk kasus meninggal dunia jaminan yang dibayarkan berjumlah Rp. 15.150.000.000; kasus luka-luka yang dibayarkan berjumlah Rp. 8.141.860.716; kasus P3K berjumlah Rp. 235.585.949; kasus Cacat Tetap Rp. 188.500.000; Penguburan berjumlah Rp. 32.000.000 dan Ambulance Rp. 12.589.000. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme