IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Peneliti UGM: Program TJS SKK Migas Terintegrasi Dengan Pemda

IDCFM.NET, Balikpapan—Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi Kalimantan Sulawesi (SKK MIGAS Kalsul) mengundang akademisi lokal dalam kegiatan Forum Tanggung Jawab Sosial (TJS) Industri Hulu Migas di wilayah kalsul di Hotel Grand Jatra Balikpapan pada Selasa (04/12/2018).

Dalam jumpa pers disela kegiatan, Syaifudin- Kepala SKK Migas Kalsul mengatakan dalam Forum TJS ini pihaknya akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Balikpapan dan Samarinda. Melalui pertemuan itu diharapkan ada informasi dan kiat agar program TJS ini sejalan dengan programpemerintah di daerah.

“Tujuan forum ini adalah memberikan update TJS dengan harapan ada penyamaan persepsi dengan pemerintahan,” ujar Syaifudin.

Syaifudin mengatakan SKK Migas Kalsul juga memiliki program bina lingkungan yang merupakan bagian dari TJS di Sulawesi. Program tersebut untuk penanaman 19 ribu bibit pohon; pengembangan dan pembuatan jamban Mandi Cuci Kakus (MCK) dan program lainya.

“SKK Migas juga dukung industri turunan seperti menyediakan bahan bakar gas yang murah. jargas, pembagian converter kit bagi kendaraan umum dalam peralihan ke BBG,” ujarnya.

Selain dengan perguruan tinggi di Kaltim, SKK Migas juga melibatkan akademisi nasional seperti dari Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Teknologi Bandung (ITB), Keterlibatan akademisi nasional ini khususnya pada beberapa kegiatan salahsatunya sosial mapping.

“Sehingga akademisi lokal disamping bekerja juga dapat pengetahuan,” ujarnya.

Setiadi- Peneliti yang aktif mengajar d Departemen Antropologi UGM mengaku telah 15 tahun mencermati program TJS. Ia optimis program ini bisa mencapai kesejahteraan masyarakat dan terintegrasi dengan program di daerah.

“Kita independen, sudah 15 tahun meninjau. sejauh ini cukup optimis saya sebagai akademisi dalam mengawal program ini. Saya lihat sudah mulai terintegrasi dengan program daerah dan terakomodasi dengan program musrenbang,” ujar Setiadi.

Setiadi juga berharap agar SKK Migas Kalsul dalam program TJS nya terus melibatkan akademisi lokal. Dengan demikian akan ada proses belajar dari program TJS yang bisa menambah kapasitas keilmuan dan teori-teori pendekatan dan metelogi berbasis pengembangan masyarakat.

“Dengan cara ini bayangan saya setiap daerah akan memiliki pendekatan-pendekatan yang khusus dalam hal misalnya menentukan stakeholder yang diajak dan bagaimana cara masuk implementasi program, design programnya sampai pendekatan-pendekatan komunitas di Kaltim yang beda di Papua, Sumatra di Jawa. Ini proses pembelajaran yang penting,” kata nya. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme