IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Kelompok Transportasi Penyumbang Inflasi Terbesar

Asisten Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Thomy Andryas.

IDCFM.NET, Balikpapan– Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan mencatat inflasi di kota ini pada November 2018 mengalami inflasi 0,01% (mtm). Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar -0,68% (mtm).

Berdasarkn data yang ada, inflasi pada November 2018 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata inflasi bulan November selama 3 tahun terakhir sebesar -0,21% (mtm). Secara tahunan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Balikpapan mencatatkan angka sebesar 3,69% (yoy) atau lebih tinggi dari nasional sebesar 3,23% (yoy) namun lebih rendah dari Kalimantan Timur sebesar 3,74% (yoy).

“Inflasi pada bulan November 2018 lebih banyak didorong oleh kenaikan harga kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan yang memberikan andil inflasi terbesar yaitu 0,52% (mtm). Inflasi pada kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan banyak disumbang oleh mulai naiknya tarif angkutan udara mendekati akhir tahun,” ujar Asisten Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Thomy Andryasp, lllpadaTiga Desember 2018.

Kata Thomy menjelaskan, kenaikan bahan bakar minyak non penugasan (Pertamax, Dexlite dan Pertamina Dex) juga masih memberikan dampak terhadap inflasi. Hal ini tercermin dari andil kelompok Perumahan, Air, Listrik Gas & Bahan Bakar yang mengalami inflasi dengan andil sebesar 0,01% (mtm).

Pada saat yang sama, kata Thomy, kelompok pendidikan, rekreasi & olah raga juga mengalami inflasi dengan andil sebesar 0,03% (mtm). Sementara itu, kelompok bahan makanan mengalami deflasi dengan andil -0,53% (mtm).

“Deflasi pad kelompok bahan  dengan makanan ini seiring dengan kondisi permintaan yang masih dapat diantisipasi oleh pasokan bahan makanan yang cukup, kata Thomy.

Thomy memproyeksikan ke depan, terdapat beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberi tekanan inflasi, diantaranya: kenaikan harga bahan makanan dan angkutan udara menjelang natal dan akhir tahun;  risiko terhambatnya produksi tanaman holtikultura menjelang musim hujan di daerah pemasok dan kenaikan tarif cukai rokok.

Untuk itu sebagai upaya pengendalian inflasi daerah, pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) Kota Balikpapan telah mengambil beberapa langkah pengendalian harga yaitu melakukan stabilisasi harga melalui Bulog untuk komoditas pangan strategis terutama beras. TPID Kota Balikpapan juga mengikuti High level Meeting TPID Provinsi Kalimantan Timur untuk persiapan menghadapi natal dan libur akhir tahun.

“Bank Indonesia juga mendukung Kampung Wisata Peduli Inflasi untuk ketahanan pangan tanaman holtikultura melalui urban farming,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, lalnjut Thomy, TPID Kabupaten Paser sebagai daerah hinterland Kota Balikpapan juga telah melakukan rapat di tingkat teknis untuk mengevaluasi pergerakan harga periode sebelumnya.

“Langkah ini guna mengntisipasi lonjakan harga menjelang natal dan akhir tahun mendatang,” ujarnya. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme