IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Kasus Cederanya Arif Pasca di Vaksin MR Menjadi Perhatian Nasional

IDCFM.NET, Balikpapan—Masih ingat kasus Muhammad Arif? Siswa Kelas VI SD Kartika di Kelurahan Damai Balikpapan Kota yang mengalami penyakit kulit (Psoriasis) empat hari setelah di vaksin MR tahap pertama Agustus 2018. Kasus ini menjadi perhatian nasional dan menjadi kasus pertama yang ditemui oleh tim TimNas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

dr. Hindra Irawan Sayati

Dr. dr. Hindra Irawan Sayati, SpA (K), MTropPaed- Ketua Komnas PP KIPI mengatakan kasus Psoriasis tergolong jarang terjadi pada anak. Namun ia menekankan kasus ini tidak ada hubungannya dengan Vaksin MR.

“Kami sudah cek. Mulai dari program imunisasi MR di jawa dengan sasaran 35 juta anak, sampai saat ini baru Arif yang mengalami kejadian pada kulit,” ujarnya  kepada wartawan usai Pertemuan Koordinasi keamanan Vaksin MR di Kota Balikpapan pada Selasa (04/12/2018) siang.

Senada juga diutarakan oleh Prof. DR. dr. Benny Effendi Wiryadi, So. KK (K). Guru Besar FKUI RSM ini  mengaku sudah melihat langsung kondisi Arif. Menurutnya penyakit kulit yang diderita Arif merupakan dampak dari mutasi gen oleh ibunya ketika sang ibu hamil. Sehingga Arif mengalami autoimun yang menjadi pencetus timbulnya ruam yang terasa perih dan gatal pada sekujur tubuh Arif.

“Saya memang belum tau kandungan dalam vaksin tersebut. Tetapi kalau

dr. Benny Effendi Wiryadi

dikatakan penyakit kulit ini muncul akibat suntik vaksin, itu belum tentu. Cuma ada suntik obat antibiotik, itu bisa pemicunya kalau seandainya tensi lemah. Itu sudah terbukti banyak yang mengalami,” ujar dr Benny.

Benny mengatakan, penyembuhan Psoriasis pada Arif membutuhkan waktu yang panjang, bahkan bisa sampai seumur hidup. Katanya, ini dikarenakan penyakit kulit senantiasa muncul kembali, ketika luka sudah mulai mengering.

“Harus terus ada pengawasan dokter, ketika muncul merah-merah lagi langsung diobatin. Kalau sudah kering bisa pakai pelembab kulit. Pelembabnya bisa merk apa saja, tidak ada yang khusus. Kulit kering ini bisa juga memicu munculnya ruam baru,” Kata dr Benny menjelaskan.

Dikonfirmasi terpisah dr. Roby S. Firmansyah, M. Kes, Sp.KK- Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang menangani kasus Arif, memastikan kondisi pasien tersebut sudah membaik. Arif sudah diperbolehkan pulang kerumah, namun tetap kontrol berkala.

Ia mengutarakan Arif sudah kembali normal dan beraktivitas seperti biasa. Namun ia meminta agar Arif selalu rutin kontrol ke Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, untuk mengetahui perkembangan penyakit kulit yang diderita Arif.

dr. Roby S. Firmansyah

“Arif saya minta kontrol satu minggu sekali. Ibarat Diabetes, begitu ruamnya kambuh diobatin. Saya ga bisa bilang 100 persen tapi kesembuhannya sudah bagus sekali,” ujarnya.

Roby juga mengatakan bahwa hasil biopsi kedua Arif yang dikirimkan ke Patalogi Anatomi di Makasar pada awal November telah keluar. Ia mengatakan hasil biopsi masih sama seperti uji lab yang pertama, yaitu Psoriasis.

“Hasil biopsi kedua masih sama, yaitu Psoriasis. Hasil nya itu ada di rekam medic rumah sakit. Jadi kita tidak melakukan biopsi lanjutan lagi. Sekarang kontrol rutin dan pengobatan. Obat yang kita beri salahsatunya untuk menekan reaksi imun berlebih,” pungkas Roby. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme