IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Alasan Kuat Kasus Arif Bukan Karena di Vaksin MR

Pemerintah kota menghadirkan para pakar medis, guna menjalin koordinasi bersama pihak puskesmas dan kecamatan se Balikpapan demi keamanan vaksin Mr di Kota Balikpapan

 

IDCFM.NET, Balikpapan–  Asisten II Sekretariat Kota Balikpapan, Dyah Muryani angkat bicara mengenai kasus Muhammad Arif, Siswa Kelas VI SD Kartika di Kelurahan Damai Balikpapan Kota yang mengalami penyakit kulit (Psoriasis) empat hari setelah di vaksin MR. Dyah Muryani sendiri berlatarbelakang pendidikan kedokteran sehingga mengetahu sedikit banyak mengenai penyakit medis.

“Anak saya Psoriasis disuntik tidak apa-apa. Cucu saya juga tidak apa-apa. Memang kebenaran berdekatan saja. Makanya kita undang pakar-pakar ini. Karena tadi kan gonjang-ganjing kasihan juga Arif dikira orang tuanya penyakit menular gak boleh sekolah. Padahal itu tidak menular,” ujar Dyah usai Pertemuan Koordinasi keamanan Vaksin MR di Kota Balikpapan pada Selasa (04/12/2018) siang.

Dyah mengatakan hasil Biopsi sampel kulit Arif yang di kirim ke Patalogi Anatomi di Makassar menunjukan bahwa penyakit kulit Arif bukan karena di vaksin MR. Dyah berujar imunisasi MR berupa cairan yang disuntikan ke tubuh. Sehingga akan bereaksi cepat dalam hitungan detik jika tubuh pasien mengalami gangguan atau penyakit tertentu.

Namun saat ditanya reaksi tubuh paling lama pasca vaksin, Dyah tidak memberikan jawaban pasti.

“Reaksinya cepat, biasa dalam hitungan detik akan timbul reaksi, karena itu suntik. Pengaliran darah cepat sekali kalau memang itu akibat dari vaksin atau suntikan. Itu tidak menunggu lama. Sementara Arif empat hari baru ada masalah pada kulitnya,” kata Dyah.

Wanita yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan ini kembali menegaskan bahwa Arif mengalami autoimun yang menunjukan ada kelainan gen pada tubuhnya. Mengingat adanya riwayat penyakit tersebut, bisa muncul kapan saja.

“Jadi penyakit kulit Arif ini bukan karena infeksi, ada kelainan gen. Tetapi ini tidak menular. ini yang perlu diketahui,” ujar Dyah.

Muhammad Arif, Siswa Kelas VI SD Kartika di Kelurahan Damai Balikpapan Kota, mengalami cedera pada kulit empat hari setelah di vaksin MR tahap pertama Agustus 2018. Paryusi- ayah dari Arif mengatakan awalnya muncul ruam merah di bagian kemaluan dan terasa gatal. Ruam kemudian menyebar hingga selangkangan dan akhirnya memenuhi seluruh badan. Arif sempat di sunat karena anus mengalami nyeri pembengkakan dan bernanah.

Awalnya Arif dirujuk ke RS. Bhayangkara dan menjalami rawat inap selama 18 hari. Namun dengan alasan medis, Arif ditangani oleh Rumah Sakit Janudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. Di RSKD Balikpapan Arif kurang lebih 20 hari menjalani perawatan. Karena kondisi kian membaik, Arif diperbolehkan pulang namun harus rutin kontrol satu kali dalam satu Minggu. (Imy). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme