IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Cederanya Arif Pasca di Vaksin MR, Begini Tanggapan Rahmad Mas’ud

Muhammad Arif dan kedua orangtuanya merasa terhibur dengan kedatangan Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud beserta Istri.

 

IDCFM.NET, BALIKPAPAN—Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud beserta istri dan rombongan mengunjungi Muhammad Arif, Siswa Kelas VI SD Kartika Kelurahan Damai Balikpapan Kota yang mengalami cedera berupa penyakit kulit. Arif yang kini rawat di RSKD Balikpapan mengalami ruam pada kulit dan pembengkakan pada anus pasca di vaksin MR pada Agustus 2018.

“Kami menjenguk pada Oktober lalu dan Alhamdulillah kondisi anak itu saat kita, istri dengan tim dokter juga saat menjenguk sudah jauh lebih membaik dibandingkan sebelum ia masuk rumah sakit. Alhamdulillah merasa terhibur lah. Secara psikologis dia juga merasa gimana kan dijauhin orang karena diduga penyakit menular, tapi ternyata tidak,” ujar Rahmad Masud saat dihubungi IDC melalui selulernya pada Senin (05/11/2018) sore.

Disinggung penyakit ini muncul akibat Vaksin MR, Rahmad Masud buru-buru meluruskan pemikiran tersebut. Mengutip pernyataan hasil uji laboratorium dari tim dokter, kata Rahmad, Arif  telah mengidap autoimun kulit. Kandungan zat yang ada pada imunisasi MR diduga menjadi pemicu timbulnya penyakit kulit berupa ruam dan masalah pada kelamin Arif.

Tim dokter yang menangani Arif telah melakukan biopsi lanjutan untuk mencaritau penyebab timbulnya penyakit kulit yang diderita Arif.

“Jadi kalau secara langsung penyakitnya Arif diakibatkan vaksin MR menurut tim Dokter tidak ada indikasinya. Ini yang perlu diluruskan. namun kita tunggu lagi hasil biopsi lanjutan ini,” ujarnya lagi.

Rahmad Masud tidak ingin berandai-andai jika hasil lab menunjukan sakitnya Arif diakibatkan vaksin MR. Ia kemudian berkata program imunisasi MR ini memang mengalami pro dan kontra di masyarakat. Selain dikarenakan kandungan yang ada pada cairan vaksin, kekhawatiran masyarakat adalah dampak yang ditimbulkan pasca vaksin.

“Tentunya kita ini Sami’na Wa Atho’na. Pemerintah menganjurkan, disisi lain juga dari kami tidak memaksa. Ketika anak akan imunisasi harus ada surat keterangan dan persetujuan dari orang tua. Kita juga jelaskan bahwa manfaat dari kegiatan ini untuk kesehatan dan masa depan anak-anak kita juga. Azas manfaat untuk anak,” kata Rahmad.

Terkait dengan pertambahan masa program Imunisasi MR hingga tujuh November 2018, Rahmad mempersilakan masyarakat rentan usia sembilan bulan hingga 15 tahun yang belum di vaksin untuk mengikuti program ini. Ia meyakinkan masyarakat bahwa kegiatan ini adalah untuk upaya pemerintah demi kebaikan generasi penerus bangsa.

“Tidak ada namanya kita pemerintah atau orangtua yang mau mencelakakan anaknya, melihat anak tidak sehat, kan tidak ada satupun. Apalagi kepala daerah. Vaksin ini sudah melalui hasil kajian dan hasil penelitian. Akhirnya bermanfaat untuk ketahanan fisik dan kesehatan untuk anak ke depan,” kata Rahmad meyakinkan. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme