IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Arif Menderita Penyakit Kulit Langka Pasca di Vaksin MR

Muhammad Arif menunjukan cedera kulit yang ia derita kepada Hj. Nurlena Mas’ud- Istri Wakil Walikota Balikpapan

IDCFM.NET, BALIKPAPAN– Sebelumnya ramai diberitakan Selvia Az-Zahra, siswi kelas satu SDN 019 Gunung Samarinda yang mengalami cedera pasca disuntik vaksin pada enam Agustus 2018. Selvia sempat mengalami lumpuh beberapa hari kemudian. Kini Selvia sudah ceria kembali dan beraktivitas seperti biasanya.

Muhammad Arif, Siswa Kelas VI SD Kartika di Kelurahan Damai Balikpapan Kota, mengalami cedera pada kulit empat hari setelah di vaksin MR tahap pertama Agustus 2018. Paryusi- ayah dari Arif mengatakan awalnya muncul ruam merah di bagian kemaluan dan terasa gatal. Ruam kemudian menyebar hingga selangkangan dan akhirnya memenuhi seluruh badan. Arif sempat di sunat karena anus mengalami nyeri pembengkakan dan bernanah.

Awalnya Arif dirujuk ke RS. Bhayangkara dan menjalami rawat inap selama 18 hari. Namun dengan alasan medis, Arif ditangani oleh Rumah Sakit Janudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. Di RSKD Balikpapan Arif sudah 15 hari menjalani perawatan.

“Sudah 15 hari disini tapi belum ada kemajuan. Lukanya itu kalau kalau sudah jatuh tumbuh lagi yang baru. Jadinya ndak sembuh-sembuh. Itu kalau sudah kambuh Arif teriak-teriak gatal seperti disiram air panas katanya,” ujar Paryusi saat dihubungi IDC FM melalui selulernya pada Senin (05/11/2018) siang.

Paryusi mengatakan ia dan istri belum pernah mengalami sakit kulit seperti yang dialami Arif. Termasuk dua saudara Arif. Sebelum di vaksin MR, Paryusi memastikan bahwa Arif sehat-sehat saja dan tidak mengeluhkan apapun.

“Kami sekeluarga tidak ada riwayat sakit seperti ini. Makanya kami kaget sebelum nya sehat, tapi setelah di vaksin jadi sakit begini,” ujarnya lagi

Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai buruh bangunan ini mengaku Dinas Kesehatan Kota Balikpapan cepat mengambil tindakan atas kasus ini dengan mempermudah evakuasi Arif dari RS Bhayangkara ke RSKD. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang menurut Paryusi, memastikan akan memenuhi semua kebutuhan penanganan dan pengobatan. Termasuk walikota dan wakil walikota Balikpapan yang rutin menanyakan perkembangan sang anak.

“Pak walikota melalui asistennya bu Dyah sudah datang waktu di RS Bhayangkara dan di RSKD. Pak Wawali juga bersama istri dan rombongannya ada 22 orang minggu kemaren juga sudah datang memberikan semangat kepada kami,” kata Paryusi dalam aksen jawa yang kental.

Kata Paryusi menjelaskan, rumah sakit telah melakukan biopsi untuk melakukan uji laboratorium. Menurutnya hasil telah keluar namun dokter belum menginformasikan hasil uji lab tersebut. Senin pagi pihak rumah sakit kembali melakukan biopsi dengan mengambil sampel darah, kulit dan daging Arif untuk dilakukan uji kembali.

“Sudah tiga bulan pasca di vaksin MR belum juga sembuh. Pagi tadi dokter datang ngasi obat baru. Katanya obat lama diganti yang ini. Pagi tadi dibiopsi juga untuk diteliti lagi penyebab sakitnya. Mereka bilang ini penyakit langka,” kata Paryusi.

“Kami selalu berdoa dan berharap agar Arif segera sembuh dan bisa sekolah lagi. Semenjak Arif sakit ndak bisa kemana-mana, ndak bisa kerja. Mamaknya disini panik kalau Arif kambuh. Belum bayar kontrak rumah, uang sekolah. Arif juga sudah kelas enam mau ujian,” ujarnya lirih. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme