IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Festival Ekonomi Syariah KTI Hadir di Balikpapan. Catat Tanggalnya

IDCFM.NET, Balikpapan— Bank Indonesia Kota Balikpapan gelar perhelatan Festival Ekonomi Syari’ah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia tahun 2018. Perhelatan diisi dengan kegiatan talkshow, pelatihan UMKM, pameran lembaga keuangan syariah, dan aneka lomba menarik seperti Lomba lembaga ZIS unggulan, lomba rangking satu, lomba photobooth dan lomba wirausaha muda syariah.

Rangkaian kegiatan selama tiga hari ini berpusat di kawasan Balikpapan Super Block (BSB) Balikpapan yakni Pentacity Mall dan Hotel Grand Jatra Balikpapan mulai dua November 2018 – empat November 2018. Kecuali kuliah umum oleh anggota dewan gubernur dilaksanakan di IAIN Samarinda pada tiga november dan Tabligh Akbar bersama Ustad Wijayanto di Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center pada dua november 2018, ba’da Magrib.

Pemimpin KPw BI Balikpapan, Suharman Tabrani

“Kegiatan FESyar KTI tahun 2018 salah satu bentuk akselerasi yang dilakukan Bank Indonesia. Kegiatan ini melibatkan banyak stakeholders ekonomi dan keuangan syari’ah di Kawasan Timur Indonesia serta berfokus dalam dua kegiatan utama yaitu Economic Shari’ah Forum yang berisi seminar/diskusi panel dan Shari’ah Economic Fair, ujar Suharman Tabrani- Pemimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan pada Senin (29/10/2018).

Kata Suharman menjelaskan, Bank Indonesia mencatat ekonomi Kaltim memiliki kontribusi sebesar 21,08% terhadap ekonomi Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan 4,21% terhadap ekonomi nasional. Angka ini menjadikannya sebagai pasar yang potensial bagi perluasan ekonomi dan keuangan syariah. Hal ini turut didukung dengan faktor demografi yang tercermin dari mayoritas penduduk muslim yang mencapai 85,38% dari total penduduk Kaltim dan besarnya potensi pondok pesantren, sehingga menjadi pilar kuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur.

“Provinsi Kaltim merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syari’ah di Kawasan Timur Indonesia yang mencakup Kalimantan, Bali Nusra, Sulawesi, Maluku dan Papua,” ujar Suharman.

Suharman berujar, lembaga keuangan syariah sebagai motor penggerak industri keuangan syariah juga terus menjalankan fungsi intermediasi di Kaltim melalui  perbankan syariah, Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) serta Baitul Mal wa Tamwil (BMT). Pangsa pembiayaan oleh perbankan syari’ah di Kaltim terus bertambah dengan kontribusi sebesar 6,83% terhadap total pembiayaan di Kaltim. Bertumbuhnya ekonomi dan keuangan syari’ah juga didorong oleh peran aktif dan sinergi antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Pemerintah Daerah, Perbankan, Asosiasi, Pesantren serta Organisasi masyarakat Islam yang terus melakukan berbagai program akselerasi ekonomi syariah di Kaltim.

Sebagai ketua panitia FESyar Kawasan Timur Indonesia tahun 2018, Suharman memandang hal ini merupakan salah satu kegiatan besar dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia yang didalamnya mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dengan perekonomian sektor riil sekaligus sarana untuk menampilkan dan mempromosikan produk maupun kegiatan terkait ekonomi syariah secara terstruktur di wilayah Kawasan Timur Indonesia.

“Seluruh rangkaian FESyar Kawasan Timur Indonesia tahun 2018 ini diharapkan dapat berkontribusi nyata untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kawasan Timur Indonesia dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas dan inklusif,” ujarnya. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme