IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Kritik Tajam GNPF Kota Balikpapan Akibat Ulah Ormas Bakar Bendera Tauhid

IDCFM.NET, Balikpapan— Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Kota Balikpapan DR. H. Abdul Rais, SH mengkritik tajam oknum Ormas yang melakukan pembakaran Ar-Rayah saat perayaan hari Santri Nasional di Lapang Alun-alun Kecamatan Limbangan, Garut, Senin (22/102018).

Ar-Rayah merupakan salah satu bendera tauhid bertuliskan dua kalimat syahadat, yang diberikan Rasulullah SAW kepada panglima perang. Namun Ormas yang kala itu mengenakan atribut Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama atau disingkat Banser ini membakarnya. Mereka memandangnya sebagai simbol organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang kini sudah dicabut badan hukumnya oleh pemerintah.

Ketua GPF Kota Balikpapan- DR. H. Abdul Rais, SH

“Mereka sudah salah. Kalau mereka melihat itu bendera HTI, konyol sekali. Seluruh umat Islam didunia bebas untuk memakai itu dimana saja. HTI ini sudah dicabut badan hukumnya. Kalau sudah tidak beraktivitas lagi, kok dibakar,” ujarnya geram.

Abdul Rais meminta agar pihak berwajib mengusut tuntas permasalahan ini. Ia menduga ada oknum yang mendalangi aksi pembakaran bendera tauhid tersebut. Ia juga meminta agar Banser kota Balikpapan melakukan klarifikasi kepada masyarakat akibat peristiwa ini. Klarifikasi ini harus segera disampaikan ke masyarakat demi menjaga kondusivitas kota Balikpapan.

“Saya pribadi meminta segera ditindak kalau ada terlibat secara terstruktur dan sistematis dari pusat ormas tertentu. Kalau itu ada hubungan dengan hirarki atau perintah itu tersandung pasal 55,” ujarnya lagi.

Perilaku sejumlah oknum Banser di garut ini dinilai tidak mencerminkan perilaku islami. Abdul Rais pun membandingkan dan menyamakan para pelaku tersebut dengan orang-orang PKI, yang tidak beragama dan tidak takut akan Tuhan. Seharusnya, kata Rais, pembakaran dilakukan pada bendera PKI, yang sudah jelas merupakan organisasi terlarang di Indonesia.

“Itu setan atau PKI yang mengatasnamakan Banser. Kita mau masuk Islam baca dua kalimat syahadat. Meninggal ucapkan dua kalimat syahadat, jaminan surga. Sehingga kita mengutuk dan mengecam keras perbuatan biadab ini,” kata Rais.

Mengutip portal news.detik.com pada Senin (22/10/2018) Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil berdalih anggotanya melihat bendera tersebut sebagai simbol bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ormas yang sudah dibubarkan oleh pemerintah.

Gus Yaqut- kerabia disapa, berujar ia sudah mengecek langsung kepada oknum yang melakukan pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid tersebut.

“Saya sudah cek teman-teman di Garut, tempat di mana pembakaran itu terjadi. Sudah saya tanyakan juga ke pengurus di sana, teman-teman yang membakar itu melihat bendera tersebut sebagai bendera HTI,” ujar Yaqut.

Terkait peristiwa ini, Yaqut mengimbau anggotanya untuk tidak lagi melakukan pembakaran. Dia meminta anggotanya menyerahkan ke aparat keamanan jika menemukan bendera serupa.

“Saya sudah peringatkan ke kader di bawah, untuk tidak lagi melakukan pembakaran bendera apapun. Jika memang menemukan bendera-bendera tersebut, sudah saya perintahkan juga untuk diserahkan kepada aparat keamanan saja. Tidak boleh lagi ada pembakaran-pembakaran seperti kejadian di Garut itu, meskipun kami memahami kenapa kader melakukan tindakan tersebut,” katanya.(Imy)

Updated: October 23, 2018 — 9:10 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme