IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Tingkatkan Kuantitas Batik Balikpapan, Dekranasda Jajaki Ampiek Motif Singkong

IDCFM.NET, Balikpapan— Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Balikpapan terus berinovasi menciptakan produk kerajinan khas Balikpapan. Selain sudah memiliki produk panganan olahan, perabutan rumah tangga dari rotan dan souvenir, sejak tahun 2016 Dekranasda berinovasi menciptakan batik khas Balikpapan.

“Dekranasda ini lebih banyak mengunggah kearifan lokal. Khasnya yang ada di Balikpapan menjadi motif baik di batik ampiek, tenun dan sutra,” ujar Ketua Umum Dekranasda Balikpapan, Arita Rizal Effendi pada Jumat (12/10/2018).

Arita mengatakan, kini Dekranasda mengoleksi beragam motif khas Balikpapan. Motif tersebut diantaranya akar manggrove, bunga mangrove, beruang bermadu, anggrek hitam, jahe merah, kantong semar, kilang minyak dan hewan langka yang hanya ada di Balikpapan, dugong.

Saat ini, kata Arita, pihaknya tengah mendesain motif singkong pada kain batik Balikpapan. Batik bermotif singkong ini merupakan bagian dari persiapan perayaan HUT ke-122 Kota Balikpapan pada Februari 2019.

“Terakhir ini batik ampiek itu mau dibuat tema singkong untuk persiapan tema HUT Kota. Tema HUT Kota nanti Ekonomi Kreatif. Karena singkong banyak banget di sini, nanti saat HUT Kota petani singkong menunjukan makanan olahan singkong. Kan diolah jadi macam-macam, makanan pengganti selain beras,” ujar Arita antusias.

Arita mengklaim batik Balikpapan cukup diminati baik oleh warga Balikpapan juga oleh wisatawan dan tamu yang mengunjungi kota ini. Dekranasda juga kerap mengikuti pameran kerajinan dan memamerkan batik khas Balikpapan tersebut. Sementara batik Balikpapan baru bisa dijumpai di Galeri Dekranasda.

Kalau mencari di kebun sayur, hanya ada batik Kalimantan. Kami belum masuk kesana karena produksi masih terbatas. Termasuk juga Takwo,baju khas Balikpapan yang kami kenakan saat upacara HUT kota pada 2018, itu belum dijual bebas,” ujarnya.

Pengrajin  batik Balikpapan kini berjumlah tujuh orang. Seluruh hasil tenunan dan desain para pengrajin tersebut di pamerkan di Galeri Dekranasda yang  berada di kawasan Dome atau Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC). Ia pun mempersilakan warga Balikpapan dan pendatang yang mengujungi kota ini untuk mengunjungi Galeri Dekranasda.

“Di Galeri Dekranasda juga ada souvenir, jamu-jamuan, perabotan terbuat dari rotan dan aksesoris. Bahkan di lantai dua kami siapkan foto boot dan pakaian adat yang bisa dimanfaatkan pengunjung,” kata Arita menambahkan.

Arita berujar, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas batik khas Balikpapan, Dekranasda melakukan pelatihan bagi pengrajin batik. Sehingga keberadaan Dekranasda ini diharapkan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kota sekaligus mengunggah kearifan lokal dalam bentuk kriya dan kraft.

“Pemerintah kota kan sudah menghimbau agar sekolah, pemerintahan dan perkantoran swasta setiap kamis menggunakan batik Balikpapan. Jadi kita meminta untuk membudayakan batik Balikpapan,” katanya. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme