IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Vaksinasi MR di PPU Baru Terealsiasi 65 Persen

IDCFM.NET, Penajam--Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara melaporkan realisasi program imunisasi campak dan rubella (MR) di kabupaten Penajam Paser Utara, hingga awal Oktober ini baru mencapai 65 persen. Angka tersebut masih jauh

Kepala dinas kesehatan kabupaten PPU, Dr. Arnold Wayong

dibawah target pemberian imunisasi MR bagi anak sebanyak 95 persen, pada akhir bulan September kemarin. Isu vaksin palsu dan kandungan babi masih menjadi kendala dinas kesehatan setempat melakukan imunisasi, bagi anak usia 0-15 tahun tersebut.

“Banyak orangtua yang khawatir melakukan vaksinasi anaknya karena isu vaksin dan kandunganya yang diharamkan,” kata kepala dinas kesehatan kabupaten PPU, Dr. Arnold Wayong, Rabu (04/10).

Ia menyebutkan, dari target pemberian vaksin MR bagi sekitar 42.000 anak, sejauh ini baru mencakup 65 persen atau 27.000 anak. Kecamatan Penajam menjadi wilayah dengan penolakan program vaksinasi MR terbanyak, dengan hanya menyumbang 26 persen.

Selain munculnya isu vaksin palsu dan kandunganya yang haram, Arnold menilai, minimnya capaian program imunisasi campak dan rubella juga dipengaruhi akibat terlambatnya fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia pusat, pada akhir Agustus lalu.

“Harusnya fatwa mubah yang dikeluarkan MUI, jauh-jauh hari sebelum polemik ini berkembang di masyarakat. Petugas kita agak susah meyakinkan kalau MUI sudah membolehkan,” terang Arnold. Dengan tidak tercapainya target pemberian imunisasi campak rubella secara nasional. Sesuai surat edaran menteri kesehatan, program vaksinasi MR diperpanjang hingga akhir Oktober 2018 ini.

“Untuk memenuhi target nasional, kita harus memberikan vaksin 756 orang anak atau 1,2 persen dari sisa 35 persen per hari sampai akhir bulan ini. Tapi kita optimis itu bisa terpenuhi. Petugas yang ada di 11 puskesmas dan vaksin kita cukup,” tutup Arnold.

Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gofur Mas’ud mendukung upaya yang dilakukan dinas kesehatan dalam melakukan pencegahan penyakit campak dan rubella di masyarakat.  Namun, dirinya meminta tidak ada paksaan bagi warga yang menolak di vaksinasi MR.

“Kita tidak boleh memaksaan, tapi disisi lain vaksinasi MR ini upaya pemerintah untuk menjamin kesehatan masyarakat,” jelas AGM. Menurutnya, penolakan masyarakat yang disebabkan ketidakhalalan vaksin MR merupakan hal yang wajar. Terlebih, kabupaten PPU mayoritas berpenduduk muslim.

“Saya mendukung ini tapi dengan catatan, pemberian vaksin harus melalui persetujuan tertulis dan pendampingan dari orangtua,” tegasnya. Bahkan, dirinya tidak segan untuk menindak petugas pemberi vaksin jika tidak disertai surat tanda persetujuan dari pihak orangtua.

Sejauh ini, kasus penyebaran penyakit rubella belum ditemukan di daerah Penajam Paser Utara. Program vaksinasi MR gencar dilakukan di sekolah sekolah hingga di tingkat puskesmas yang ada di kelurahan dan desa. (Dee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme