IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

BPBD PPU Kesulitan Padamkan Kebakaran Lahan di Petung

 

Proses pemadaman api dengan personel dan peralatan seadanya.

IDCFM, Penajam – Musim kemarau menjadi “musuh” bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Bagaimana tidak, 82 hektar lahan gambut habis terbakar hanya dalam empat hari.

Selain akibat kondisi lahan yang kering, meluasnya dampak kebakaran juga dipicu oleh tiupan angin.

Kebakaran lahan yang terjadi di RT 11 dan 19 kelurahan Petung kecamatan Penajam pada Ahad (23/09/2018) sejauh ini menjadi yang terparah. Sejak munculnya titik api pada hari itu, hingga Rabu malam api masih terus menyebar.

“Hal ini diperparah dengan sulitnya akses mobil pemadam menuju lokasi. Tidak hanya kekurangan personel, alat pemadam juga kurang memadai,” kata Kasubbid Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila pada Rabu, (26/09/18).

Nurlaila mengatakan proses pemadaman dilakukan oleh 20 orang Satgas Karhutla BPBD, dibantu 10 orang Manggala Agni yang didatangkan dari Kabupaten Paser, 10 anggota TNI dan puluhan anggota Satpol PP.

Proses pemadaman hanya menggunakan mesin pompa portable dengan sumber air dari embung yang ada di sekitar lokasi. Sementara akses menuju titik api tidak mampu dijangkau oleh mobil pemadam.

“Kami bekerja siang malam memadamkan api, tapi karena kondisi material yang mudah terbakar dan keterbatasan alat dan personel jadi (upaya pemadaman) tidak maksimal,” ujarnya.

Dalam dua bulan terakhir, kata Nurlaila, tercatat 180 hektar dari 31 kasus kebakaran hutan dan lahan terjadi di empat kecamatan, terbanyak terjadi di wilayah kecamatan Penajam.

Ia menduga kebakaran lahan itu sengaja dilakukan oleh orang yang ingin memanfaatkan musim kemarau untuk membuka lahan. Pasalnya, api tiba tiba menyala di lahan lain meski dipisahkan embung.

“Dugaan saya ini sengaja dibakar, bagaimana bisa api tiba tiba besar di lahan sebrang. Saya minta kepada aparat bertindak tegas. Kalau begini pemerintah daerah yang dirugikan. Tidak hanya tenaga kami yang sia-sia tapi juga biayanya cukup besar,” terangnya.

Untuk mengantisipasi meluasnya dampak kebakaran, dirinya meminta kepada warga agar menjaga lahanya. Mengingat,  musim kemarau diprediksi sampai akhir Oktober mendatang.

Pihak kepolisian sendiri belum menetapkan tersangka, atas dugaan kuat adanya unsur kesengajaan pada kasus terbakarnya puluhan hektar lahan di kelurahan Petung.

“ Kita baru meminta keterangan dua orang saksi. Masih dalam proses penyelidikan, belum ada tersangka,” kata Kapolres PPU, AKBP Sabil Umar, saat dikonfirmasi, Rabu (26/09). Sabil memastikan, proses penyelidikan terus berjalan.

Berdasarkan Udang Undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, Undang Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Undang Undang nomor 18 tahun 2004 tentang Perkebunan, Pelaku pembakar hutan dan lahan dapat diancam sanksi maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp. 10 miliar. (Dee)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme