IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

BEI Balikpapan Mempertemukan Investor dengan Empat Emiten

IDCFM, Balikpapan—Ratusan investor dan calon investor saham di Balikpapan antusias mengikuti Investor Summit 2018 gelaran Bursa Efek Indonesia (BEI) di Hotel Grand Jatra Balikpapan, Selasa (25/9/2018).
Investor Summit 2018 merupakan satu rangkaian dari 41 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia yang bertemakan menuju pasar modal modern di era ekonomi digital. Dengan cara ini investor di daerah memiliki akses informasi lebih baik dan dapat berinteraksi langsung dengan pimpinan emiten (perusahaan tercatat) tersebut.
“Di Balikpapan ada empat perusahaan tercatat yang menggelar paparan publik dihadapan investor dan calon investor. Yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bukit Asam (Persero) Tbk dan PT Intraco Penta Tbk,” kata Kepala Kantor Perwakilan BEI Balikpapan Dinda Ayu Amaliya.
Kata Dinda, Investor Summit 2018 di gelar di enam kota dan telah mencapai 1.527 pengunjung dengan total ada 91 perusahaan emiten yang mengikuti acara ini.
“Disini BEI sebagai fasilitator mempertemukan investor dengan emiten. Keuntungan bagi emiten adalah kinerjanya akan tersebar kepada investor secara lebih luas serta membuka akses dan hubungan lebih luas antara investor dengan perusahaan tercatat,” ujarnya.
Jimmi, Kepala Unit Pengembangan Produk Bursa Efek Indonesia mengatakan total jumlah emiten di BEI kini mencapai 600. Tahun ini pihaknya sudah menyelesaikan sekitar 34 emiten yang mendaftar pasar modal. Sektor dominan ada pada perbankan, telekomunikasi dan pertambangan.
“Pertambangan ini sebenarnya tidak ada yang harus dikawatirkan. Karena kalau kita lihat minyak dunia kan juga naik batubara juga naik beberapa komoditas juga bagus harganya prospek ke depan masih bagus,” katanya.
Saat ini, kata Jimmi, BEI telah membuka 401 galeri dan 30 kantor cabang untuk mensupport investor lokal. Beberapa kegiatan dilakukan untuk menarik minat investor menanamkan modalnya di pasar modal, diantaranya membuka sekolah pasar modal di kantor perwakilan dan menyebarkan informasi melalui media pers. Rentan usia investor yang berinvestasi di pasar modal adalah 25 tahun sampaid engan 40 tahun.
“Sekarang investor lokal 62%, asing 38% . Tahun 2013 itu kebalikannya asing yang 62%. Perubahan ini mencerminkan investor lokal semakin aware berinvestasi di saham karena keuntungan di Bursa Efek Indonesia ini adalah salah satu yang terbaik di dunia,” ujar Jimmi.

Hernawan Wijaya, Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk mengatakan kinerja market hingga Juni 2018 menjangkau 50 persen dari target yang sebesar Rp. 7.2 Triliun. Saat ini pihaknya tengah mengembangkan proyek Grand City di Balikpapan. Ia menyebutkan kota ini memberi kontribusi sekitar dua hingga tiga persen dengan angka antara 150 miliar sampai dengan 200 miliar rupiah.

“Jadi bisa kita liat saat booming disitu properti juga tumbuh juga. Grand city ini peluangnya besar,” ujarnya
PT Bank Negara Indonesia Tbk menyampaikan optimisme kinerja yang membaik pada paruh pertama tahun 2018. Semester I Tahun 2018 BNI mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13.5 %. Ruang bagi BNI untuk menyalurkan kredit pun masih terbuka lebar ditandai dengan Loan to Deposit ratio (LDR) yang mencapai 87.3 persen.
“Sekarang kita spesifik di program pemerintah Kredit Usaha Rakyar (KUR). Balikpapan ada 97 miliar, hampir 50 persen kontribusi balikpapan terhadap Kaltim. Kalau untuk skala Kalimantan Kaltim ini hampir 60 persen,” ujar Anton Prasetyo, Vice President Head of Network & Service PT BNI (Persero) Tbk.
PT Bukit Asam (Persero) Tbk melaporkan pencapatan usaha semester I 2018 sebesar Rp.10.53 Triliun meningkat 17 persen dibanding periode yang sama di tahun 2017. Sementara volume penjualan disektor batubara meningkat sebesar 8 persen atau menjadi 12.22 juta ton.
Perusahaan energy ini merencanakan produksi batubara sebesar 25,54 juta ton di tahun 2018 dan melakukan upaya efisiensi derta investasi yang dipriorotaskan kepada aktivitas yang menunjang operasional tambang.
PT Intraco Penta Tbk melalui anak usaha PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) melaporkan kinerja penjualan alat berat yang positif dengan pertumbuhan mencapai 113% year on year (yoy). Hingga Agustus pendapatan perusahaan ini mencapai Rp 1,9 triliun.
Tingginya pertumbuhan penjualan alat berat IPPS selama setahun terakhir hingga Agustus 2018 selain karena tingginya permintaan juga karena strategi untuk memperkaya jenis armada alat berat. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme