IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

BI Balikpapan Mencatat NPL Agustus 2018 Sebesar 8.98 persen

Pemimpin KPw BI Balikpapan, Suharman Tabrani

IDCFM, Balikpapan—Pemimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan Suharman Tabrani ingatkan perbankan untuk mewaspadai Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah.

Berdasarkan laporan, hingga Agustus 2018 NPL di wilayah kerja KPw BI Balikpapan NPL sebesar 8.98 persen. Angka ini jauh dari rata-rata NPL nasional yang sebesar 2.7 persen.

Jika dirincikan per jenis penggunaan, kredit konsumsi mendominasi yakni sebesar 9.95 persen dengan pertumbuhan year on year (yoy) 4.98 persen. NPL tertinggi kedua adalah kredit modal kerja sebesar 8.30 persen dengan pertumbuhan yoy 1.50 persen. Terakhir, kredit investasi 7.540 persen dengan pertumbuhan yoy sebesar 5.97 persen.

“Terdapat NPL di sektor perindustrian, pertambangan. Dan memang porsinya cukup besar di kedua sektor tersebut,” ujar Suharman.

Meski demikian, NPL pada Agustus 2018 mengalami penurunan dibandingkan NPL pada Juli 2018 yang sebesar 9.47 persen. Penurunan ini menunjukan pertumbuhan ekonomi yang berangsur membaik.

“Waspadai perkembangan NPL. Meskipun turun tapi masih relatif tinggi dibanding level nasional yang sebesar 2.7 persen,” ujarnya.

Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) Balikpapan, kata Suharman, terpantau relatif aman disertai dengan peningkatan DPK maupun aset pada periode Agustus 2018. Sementara kredit Agustus 2018 masih bertumbuh meskipun melambat dibandingkan periode sebelumnya.

“Pertumbuhan aset meningkat dari 6,03% (yoy) pada bulan Juli 2018 menjadi 10,20% pada bulan Agustus 2018,  Dana pihak ketiga tercatat meningkat dari 7,17% (yoy) menjadi 8,15% (yoy), sementara tren kredit sedikit melambat dari 4,91% (yoy) menjadi 4,07%.” sebut Suharman.

Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit terjadi pada semua jenis kredit meskipun sedikit melambat dibandingkan bulan lalu, dengan rincian: Kredit Modal Kerja (dari 3,16% menjadi 1,50%), Kredit Konsumsi (dari 5,22% menjadi 4,98%) dan Kredit Investasi melambat (dari 6,59% menjadi 5,97%). (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme