IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Toilet Liar di Pantai Manggar Sudah Dirobohkan

IMG_20170904_101445

Balikpapan –13 warung dan 68 toilet liar yang ada di Pantai Segarsari Manggar kini sudah dirobohkan. Sejumlah pedagang pemilik warung dan toilet tersebut secara inisiatif membongkar sendiri, sebelum petugas Satpol PP tiba dilokasi pada senin (04/09) pagi.

Salah satu pemilik toilet bernama Saleh mengaku sudah sedari pagi mulai merobohkan bangunan toilet miliknya yang berjumlah tujuh unit. Dibantu oleh paman dan saudaranya, pria bertubuh tambun ini mengangkut seng dan papan yang masih layak pakai dan memindahkannya kedalam gerobak. Sementara barang tak terpakai seperti batang kelapa, kayu jabuk dan rumbia yang merupakan material toilet dibakar dilokasi tak jauh dari toilet miliknya.

“Toliet ini dibangun sejak tahun 2009 oleh orangtua saya. Sekarang saya yang teruskan. Padahal dulu disini hutan kami yang bersihkan sendiri,” ujarnya.

Pria berusia 29 tahun ini akui selama ini tidak memberikan retribusi wajib kepada pemerintah daerah. Namun ia berkilah bahwa ada oknum dari UPTD Pengelola Pantai Manggar yang menarik retribusi ketika hari libur.

“Kalau libur itu kita dimintai 50 ribu katanya uang kebersihan. Saya pun jaga toilet disini hanya hari libur paling dapatnya 200 ribu. Kalau sudah dibongkar begini bingung juga mau cari uang dimana lagi,” keluhnya.

Senada dilontarkan Rusyanto, pemilik salahsatu warung illegal di Pantai Segarsari Manggar. Ia mengaku masih belum memiliki rencana lain, pasca berhentinya berjualan. Ia pun berharap agar pemerintah membuat kebijakan agar memberikan mereka izin tetap berjualan dengan cara yang resmi atau legal.

“Kita maul ah supaya dibilang illegal. Tapi retribusinya ya disesuaikan dengan penghasilan kita. Tapi kalau sudah begini penghasilan ga ada mau cari makan dimana kita,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Balikpapan Oemy Facesly tegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menarik teribusi kebersihan kepada pedagang illegal tersebut. Menurutnya itu hanya akal-akalan pedagang agar tetap bisa berjualan di pantai manggar.

Adapun penertiban ini mengacu pada peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2006 tentang ketertiban umum.

“Enggak, enggak benar itu. Saya sudah di kantor pariwisata sejak tahun 2009. Dulu daerah ini masih hutan dan tidak ada yang ditarik teribusi itu,” tegas Oemy.

Kata Oemy menjelaskan, kedepan Pantai Segarsari Manggar dibangun fasiitas empat tematik, yaitu area bermain anak, area bermain remaja, gazebo dan taman. Namun pembangunan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kondisi keuangan daerah.

“Kami ingin tertib dulu. Kalau sudah tertib semua kenyamanan akan terjamin. Karena ketertiban tanggungjawan bersama termasuk pedagang juga,” ujarnya.

Pemerintah kota, melalui Satpol PP sebelumnya sudah melayangkan surat peringatan kepada pedagang liar di Pantai Segarsari Manggar dengan tenggang waktu yang diberikan hingga 29 Agustus 2017. Namun karena bertepatan dengan hari raya Idul Adha, maka pihaknya memberi kelonggaran pada pedagang untuk inisiatif membongkar sendiri warung dan toilet, selambat-lambatnya empat September 2017.

Dalam masa tenggang terakhir ini, Dinas Pariwisata melibatkan Dinas Pekerjaan Umum untuk pengadaan tiga excavator.  Excavator ini dimanfaatkan untuk merobohkan bangunan yang sulit bongkar secara manual, seperti lantai dan dinding bangunan yang terbuat dari batako.

“Karena toilet illegal ini sudah dirobohkan, kedepan setiap hari libur atau ada kegiatan libur nasional, kami sediakan toilet mobile. Ada 16 bilik toilet disiapkan,” pungkasnya.(Imy)

Updated: September 6, 2018 — 4:14 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme