IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

KPw BI Provinsi Kaltim Efektifkan Kerjasama dengan Polda

BI DAN POLRI

Foto: Imay/ IDC Network

 

Balikpapan (idcfm.net)— Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Timur dan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, menyepakati Kerja Sama Dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Tugas dan Kewenangan Bank Indonesia.

Terdapat empat kesepakatan yang dituangkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman atau MoU  antara kedua belah pihak dengan disaksikan langsung Kepala Departemen III Bank Indonesia Pusat R. Mirmansyah, bertempat KPw BI Balikpapan pada Rabu (08/03/2017) pagi.

Mirmansyah berujar, selama ini kepolisian selalu mendampingi Bank Indonesia, khususnya dari segi pengamanan uang rupiah ketika dalam proses pengiriman ke daerah, kegiatan operasional kas keliling dan sebagainya. Sehingga dengan adanya MoU ini, akan mempermudah koordinasi.

“Kerjasama ini kami meminta kepolisian sebagai perpanjangan tangan BI atau turun mendampingi. MoU dengan kepolisian juga membantu kelancaran penanganan uang palsu. Dalam hal penanganan lanjutan di kepolisian BI hadir sebagai saksi ahli. Ini lah sebagian gambaran kegiatan yang dilakukan bersama,” terangnya.

Secara nasional kinerja Bank Indonesia pada tahun 2016 melakukan pengiriman uang ke daerah sebanyak 30 kali, kegiatankas keliling sebanyak 249 kali dank as titipang sebanyak 57 kali. Seluruh kegiatan ini mendapat pengawalan ketat bersama kepolisian. Mulai dari pengangkutan sampai tiba ditempat tujuan.

“Kas titipan ini untuk pengiriman daerah pelosok. Kita kerjasama dengan bank yang ada banyak jangkauannya untuk kegiatan kas titipan. Karena kita ga bisa menjangkau daerahnya. Kalau tidak dikawal kepolisian, bisa tidak aman,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin memastikan, personel yang diturunkan untuk mengawal pengamanan uang rupiah sudah terlatih dan sesuai kapasitasnya.

Ia berujar, sebelum berangkat mendampingi Bank Indonesia, pihaknya akan menggali informasi seputar tingkat kerawanan daerah tujuan, baik geografis maupun aksi perampokan. Jumlah personel yang ditugaskan bervariatif tergantung jarak tempuh pengiriman uang rupiah tersebut.

Sebelum berangkat pasti kita mendapatkan informasi potensi kerawanan apa yangdihadapi anggota dan tempat yang dituju. Harus ada perkiraan tingkat kerawanannya yg akan dihadapi.

“Tergantung situasi dilapangan. Kalau agak jauh mungkin kita berikan personel yang lebih banyak karena akan bergantian jaga. Kalau kondisinya agak rawan di wilayah yang kita tuju pasti diberikan personel banyak dan peralatan sesuai kondisi kerawanan d idaerah itu,” ujar Safaruddin.

Adapun empat kesepakatan tersebut adalah:

  1. Tata Cara Pelaksanaan Penanganan Dugaan Tindak Pidana di Bidang Sistem Pembayaran dan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing;
  2. Cara Pelaksanaan Penanganan Dugaan Pelanggaran Kewajiban Penggunaan Uang Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Dugaan Tindak Pidana Terhadap Uang Rupiah;
  3. Tata Cara Pelaksanaan Pengamanan Bank Indonesia serta Pengawalan Barang Berharga Milik Negara;
  4. Tata Cara Pelaksanaan Pembinaan dan Pengawasan terhadap Badan Usaha Jasa Pengamanan yang Melakukan Kegiatan Usaha Kawal Angkut Uang dan Pengolahan Uang Rupiah.

Penandatangan MoU ini sebagai lanjutan penandatanganan MoU Direktur BI dan Kapolri pada satu September 2014, dalam rangka mengefektifkan kerjasama. (Imy)

Updated: March 8, 2017 — 8:41 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme