Radio IDCFM

Radio Jurnalistik Dakwah Balikpapan

Balikpapan Deflasi -0,26 Persen Pada Februari 2017

GEDUNG bps bALIKPAPANBalikpapan (idcfm.net)—  Kota Balikpapan pada bulan Februari 2017 mengalami deflasi sebesar -0,26 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan, kelompok bahan makanan menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu -2,74 persen. Jika dirincikan, sub kelompok dengan deflasi tertinggi adalah daging dan hasil-hasilnya -11,89 persen, ikan segar -7,32 persen dan sayur-sayuran -3,79 persen.

Kepala BPS Kota Balikpapan Nur Wahid mengatakan, pada regional Kalimantan dari sembilan kabupaten kota yang dipantau inflasinya, Balikpapan adalah satu-satunya yang mengalami deflasi. Bahkan deflasi yang dialami lebih rendah dibandingkan deflasi kaltim -0,04 persen.

“Pontianak mengalami inflasi tertinggi yaitu 0,36 persen, disusul Kota Tanjung 0,32 persen, kemudian Kota Sampit dan Palangkaraya 0,27 persen,” kata Nur Wahid melalui rilisnya kepada IDC FM pada Rabu (01/03/2017).

Lebih lanjut Nur Wahid merincikan, berdasarkan Berdasarkan kelompok komoditi pengeluaran konsumsi rumahtangga (kelompok pengeluaran), pada bulan ini kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga dari terendah ke tertinggi masing–masing adalah kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga (0,02 persen); kelompok sandang (0,05 persen); kelompok kesehatan (0,07 persen); kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,08 persen); kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan (0,61 persen); dan kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar (0,68 persen).

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga adalah kelompok bahan makanan (-2,74 persen). Komoditi yang memberikan andil terbesar terhadap terjadinya inflasi bulan ini yaitu tarif listrik yang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 3,5571 persen dan memberikan andil terhadap terjadinya inflasi sebesar 0,1138 persen, diikuti oleh cabai rawit yang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 19,2498 persen dan memberikan andil sebesar 0,1116 persen.

“Hanya Kelompok Kesehatan yang tidak terjadi pergerakan harga. Sementara pada empat kelompok pengeluaran lainnyanya terdapat sub kelompk yang juga deflasi namun tidak signifikan. Seperti sandang wanita -0,27, Penyelenggaraan Rumahtangga -0,10 dan makanan jadi -0,02,” tukasnya. (Imy)

Updated: March 1, 2017 — 7:55 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme