IDCFM.NET

Portal Berita Online Radio IDC 89.5 FM

Samon Jawab Tuduhan Kemufakatan Jahat Dibalik Tax Amnesty

tax amnesty

Balikpapan (idcfm.net)—Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kanwil DJP Kaltimra), Samon Jaya tegaskan kebijakan program Tax Amnesty bukan kemufakatan jahat antara pemerintah dengan pengusaha besar. Ungkapan tersebut untuk menjawab tuduhan Organisasi Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang menilai bahwa Tax Amnesty adalah suatu bentuk kemufakatan jahat.

Tax Amnesty (Amnesti Pajak) sendiri adalah sejenis “pajak baru” yang

?????????????

Kakanwil DJP Kaltimra, Samon Jaya

berbasis harta. Yang mana uang tebusan yang dibayarkan ke Negara bukan berdasarkan penghasilan. Melainkan berdasarkan penghitungan uang tebusan atas harta yang belum dilaporkan, mulai SPT Tahunnan 2015. Program ini berlaku sampai akhir Maret 2017.

“Kalau dibilang itu kemufakatan jahat, langsung menuduh itu.  Kita ga bias suudzon. Berprasangka baik lah. Kan ketentuan berdasarkan ilmu yang kita peroleh berdasarkan data dan fakta yang jelas. ini sekali seumur hidup tidak ada perpanjangan lagi,”tegas Samon kepada IDC FM, disela kegiatan sosialisasi Tax Amnesty bertempat Hotel Grand Senyiur Balikpapan pada Selasa (16/08).

Samon mengaku pihaknya sudah menemui langsung juru bicara HTI wilayah Balikpapan untuk memberi gambaran tentang Tax Amnesty. dalam program ini pemerintah mencoba mengajak Warga Negara Indonesia (WNI) yang menyimpanuangnya atau berinvestasi di luar negeri, untuk membawa pulang ke tanah air dan berinvestasi di dalam negeri. Namun ia menegaskan, Wajib Pajak (WP) yang menyimpan hartanya di luar negeri secara nasional berkisar 5.000 sampai 10.000 WP. Sementara WP di Indonesia yang masuk kategori belum taat pajak jumlahnya mencapai jutaan.

“Artinya negara kita ini lagi butuh gerakan roda ekonomi. Saya bilang ke mereka memang ada action information tahun 2018, tapi kalau nunggu itu kering kita, udah ga ada lagi. Saat ini butuh negara menggerakkan ekonomi. Makanya ayok sekarang kalau ada yang diuntungkan Alhamdulillah,” tutur Samon lagi.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kakanwil Sumsel Babel ini tidak menapik ada dua hal yang membuat masayakar Indonesia merasa “tidak nyaman” dengan kebijakan Tax Amnesty ini. Pertama adalah WP yang taat pajak dan pernah dikenakan sangsi berupa denda. Kedua adalah petugas pajak yang merasa “gerah” dengan WP yang seharusnya membayar pajak dengan nominal besar, namun mendapat kompensasi dengan adanya Tax Amnesty.

“Butuh keikhlasan dan doa agar WP yang tidak patuh menjadi patuh (pajak). Sehingga kita berangkat dari zero  tahun 2015 dan tahun 2016 laporan pajak kita sudah bagus,” harap Samon.

Adapun berdasarkan data Kanwil DJP Kaltim, saat ini WP yang memanfaatkan program Tax Amnesty berjumlah 100 Wp, baik Orang Pribadi maupun Perusahaan. Adapun total uang tebusan yang dibayarkan dari 100 WP tersebut mencapai kisaran Rp. 6 Milyar. (Imy)

Updated: August 16, 2016 — 6:59 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio IDCFM © 2018 Frontier Theme