Waspadai Sapi Kurban Balikpapan dari Endemis Antrhax

sapi

Sapi Sulawesi. (ist)

 

Balikpapan(idcfm.net)—Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kota Balikpapan mewaspadai sapi kurban dari Sulawesi. Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DPKP Kota Balikpapan Ratna P Mardani mengungkapkan saat ini Sulawesi berstatus endemis anthrax untuk hewan sapi. Sehingga pihaknya pun rutin melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang didatangkan dari daerah tersebut.

RATNA P MARDANI

Ratna P. Mardani

Meski demikian, sejak 1 bulan terakhir pihaknya melakukan pemeriksaan hewan kurban, belum ditemukan indikasi kearah gejala anthrax. Dan bagi hewan kurban yang dinyatakan sehat, pihaknya langsung memberi stiker sehat, yang mana stiket sehat ini dari tahun ketahun selalu berganti model agar tidak disalahgunakan oleh pedagang hewan kurban.

“Memang sebagian besar kebutuhan sapi kurban didatangkan dari Sulawesi yang saat ini masih endemis Anthrax. Sebagian kecil lagi dari Jawa Timur. Namun sejauh ini dari hasil pemeriksaan, belum ada indikasi kearah situ,” ungkap Ratna.

Lebih lanjut Ratna menginformasikan, tahun ini pihaknya menyiapkan 3500 ekor sapi kurban dan 1000 lebih kambing kurban, yang mana angka ini naik 10 persen dibanding tahun 2013. Petani Balikpapan sendiri telah menyiapkan 1500 ekor sapi yang siap dikurbankan. Sementara sapi dari Sulawesi saat ini juga berjumlah 1500 ekor.

“Kami belum mendapatkan semua datanya, nanti H-1 sudah baru keliatan semua. Tapi kisarannya tidak beda dengan tahun lalu. Mengenai harga sapi kurban fluktuatif mulai 12 juta hingga 30 juta per ekor,” sebutnya.

Adapun penyelenggara pemotongan hewan kurban yang  telah terdata di DPKP sebanyak 5500 titik, baik dari masjid, mushala, sekolah, yayasan dan pribadi.(*)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini