Ulama Balikpapan Diajak Peduli Inflasi

ULAMA PEDULI INFLASI

Balikpapan (idcfm.net)—Majelis Ulama Indonesia mengajak masyarakat satukan persepsi dakwah di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1438 Hijriah. Salahsatunya dengan mengajak lembaga dakwah Islamiyah, pondok pesantren, lembaga pendidikan pengurusan masjid dan perguruan tinggi islam di kota ini untuk bersama mencermati perkembangan ekonomi umat saat Ramadhan dan Idul Fitri.

Pemuka agama pun diharapkan dalam setiap kegiatan ceramanya, menyelipkan seruan agar umat muslim di kota ini bijak berbelanja selama Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

“Yang jelas kita sebagai pemuka agama menghimbau agar kedamaian dan ketentraman umat tetap terjaga selama Ramadhan dan tidak terprovokasi dengan perekonomian,” Ujar Ketua MUI Bidang Kerukunan Umat Beragama Kota Balikpapan, Abdul Muis Abdullah kepada wartawan disela kegiatan Rakor Lembaga Dakwah Islamiyah bertempat Aula Bank Indonesia Balikpapan pada Selasa (16/05/2017).

Kepala KPw BI Balikpapan Suharman Tabrani mengatakan, kegiatan dialog bersama lembaga dakwah Islamiyah guna menyongsong bulan Ramadhan adalah pertama kali dilakukan. Ia menilai kegiatan ini cukup efektif untuk tekan laju inflasi selama Ramadhan.

“Pasti kan masyarakat mendengarkan apa yang disampaikan ustad ketika menyampaikan tausiyah. Disitu lah kami berharap para ustad ini menyelipkan himbauan agar masyarakat bijak berbelanja selama Ramadhan,” imbuhnya.

Bank Indonesia perkirakan menjelang Ramadan kota Balikpapan akan dihadapi tantangan kenaikan harga beberapa komoditas. Selama lima tahun terakhir, rata-rata inflasi pada momen tersebut diangka 1,48 persen (mtm) dari yang biasanya 0,48 persen (mtm). Sebagian besar disumbang oleh komoditi beras, kacang panjang, bawang merah dan telur ayam, termasuk juga tiket pesawat, listrik dan air.

“Menghadapi panic buying  itu TPID mengambil langkah antisipasi berupa sosialisasi ke masyarakat dan turut menyelenggarakan dialog ulama peduli inflasi ini. Sosialisasi bijak berbelanja ini merupakan salahsatu tugas pokok bank Indonesia agar terbangun kesadaran terkait inflasi kepada seluruh elemen masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu Walikota Balikpapan Rizal Effendi saat membuka acara dialog, mengajak para ulama untuk turut menjaga kemandirian pangan yang salah satunya dengan pemanfaatan lahan pekarangan di rumah. Walikota juga mengajak masyarakat bersama-sama bijak dalam berbelanja terutama menjelang ramadhan. Ia juga berpesan agar para ulama mengisi tausiyah yang lebih menyejukkan dan mengajak kebaikan dan persatuan.

“Harusnya kan Ramadhan tingkat konsumsi bisa dikendalikan karena ga ada makan siang. Tapi justru sekarang tingkat konsumsi naik. Melalui dakwah ini lah masyarakat diajak untuk tidak berlebihan dan menjaga inflasi kota,” pesanya. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini