TEPI Simulasi Kebocoran Gas di Blok Mahakam

ist

Ist.

Balikpapan (idcfm.net)—Perusahaan Migas PT Total E&P Indonesie(TEPI),  mengadakan Latihan Skala Besar Penanggulangan tumpahan minyak- TIER 2 di Lapangan Offshore Bekapai, pusat operasi TEPI di Balikpapan.  Latihan ini melibatkan sekitar 100 orang dan disaksikan langsung oleh Direktur Teknik Lingkungan Ditjen Migas, Naryanto Wagiman, mau pun pejabat dari SKK Migas.

President & General Manager TEPI Hardy Pramono, menjelaskan, dalam latihan ini diskenariokan ada tumpahan minyak dan kebocoran gas di perairan seputar Lapangan Bekapai, di Blok Mahakam. Tumpahan terjadi akibat sebuah kapal bermuatan peti kemas hilang kendali dan menabrak anjungan lepas pantai (platform) BJ. Diilustrasikan telah terjadi tumpahan minyak sebanyak 2.310 barel, dan kebocoran gas sebanyak 1.2 MMscf.

Hardy mengatakan, latihan besar ini bertujuan untuk menguji kesiapan dan respon dari tim TEPI Emergency Organization terhadap situasi darurat, menguji efektifitas komunikasi antar Sites, TIEC (Total E&P Indonesie Emergency Committee) / MRT (Management Response Team), JHOEC (Jakarta Head Office Emergency Cell), dan kantor pusat (headquarters), dan menguji intervensi bantuan pihak luar dalam penanggulangan tumpahan minyak TIER 2.

“Simulasi ini dilakukan untuk menguji validitas rencana penanggulangan krisis yang sudah ada agar kami mampu mempelajari dan meningkatkan kemampuan dalam menanggulangi krisis,” imbuh Hardy melalui rilisnya pada Selasa (02/11).

Head of Department Media Relation Corporate Communication Division, Kristanto Hartadi, menambahkan, latihan ini juga melibatkan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Chevron – karena berada di wilayah area 6 (Area simulasi), SKK Migas, dan Pemerintah daerah. Kegiatan ini melibatkan lebih dari seratus personil. Pada latihan ini juga digelar beberapa peralatan, seperti,  200m Oil Boom, satu unit pompa GT 185, dua unit pompa – boat spray, dispersant (diganti dengan air), satu tracking buoy, tujuh radio komunikasi bagi peninjau, dan satu dummy untuk digunakan dalam skenario kecelakan penyelaman. Dalam kesempatan ini juga dipraktikkan inspeksi Underwater Annual Platform oleh para penyelam dengan melakukan CP (Cathodic Protection) di seabed level, sekitar 30m dari lokasi kejadian.

“Pihak TEPI menguji kesiapan dan validitas prosedur tetap untuk penanggulangan bencana dan krisis di Blok Mahakam. Sehingga melibatkan berbagai divisi dan unit di TEPI,” tambahnya. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini