Tarif Pulsa Penyumbang Inflasi Tertinggi

GEDUNG bps bALIKPAPAN

 

Balikpapan (idcfm.net)—Kota Balikpapan pada September 2016 mengalami inflasi tertinggi di region Kalimantan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan, Inflasi di Kota minyak pada September 2016 sebesar 0,21, paling tinggi dari sembilan kota di Kalimantan yang dipantau inflasinya oleh BPS.

“Tertinggi kedua Kota Palangkaraya dan Banjarmasin yang sama-sama mengalami inflasi sebesar 0,11 persen. Secara nasional inflasi Balikpapan masih lebih rendah dibanding rata-rata nasional 0,23 persen. Sementara Kalimantan Timur deplasi 0,02 persen,” kata Kepala BPS Kota Balikpapan Nur Wahid menerangkan.

Berdasarkan kontribusinya terhadap total konsumsi rumah tangga, kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan memberikan andil terbesar terhadap pembentukan inflasi pada bulan September 2016, yaitu sebesar 0,1139 persen. Pada kelompok ini terjadi kenaikan indeks harga sebesar 0,60 persen.

Nur Wahid merincikan, komoditi yang memberikan andil terbesar terhadap terjadinya inflasi bulan ini yaitu tarif pulsa ponsel. Berdasarkan laporan yanga ada pada komoditi ini kenaikan indeks harga sebesar 3,809 persen dan memberikan andil terhadap terjadinya inflasi sebesar 0,0893 persen.

“Pada kelompok ini kenaikan indeks harga tertinggi terjadi pada komunikasi dan pengiriman sebesar 1,81 persen dan transportasi 0,29 persen. Indeks Harga Konsumennya 139,26,” kata Nur Wahid menerangkan.

Pada September 2016, kelompok komoditi pengeluaran konsumsi rumah tangga yang juga mengalami kenaikan indeks harga adalah kelompok Makanan jadi, Minuman Rokok dan Tembakau; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar; Kelompok Kesehatan.

Sementara  kelompok yang mengalami penurunan indeks harga pada bulan ini yaitu Kelompok Bahan Makanan; Kelompok Sandang; dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga.

“Deplasi tertinggi Kelompok Bahan Makanan minus 0,45 persen. Penurunan yang paling besar adalah bumbu-bumbuan minus 4,12 persen, sayur-sayuran minus 2,08 dan ikan segar minus 1,59 persen,” kata Nur Wahid menjelaskan.

Adapun lima besar sub kelompok lainnya  yang mengalami kenaikan indeks harga setelah tariff pulsa adalah Daging dan Hasil–hasilnya 3,20 persen. Menyusul buah–buahan 2,33 persen; Tembakau dan Minuman Beralkohol 1,42 persen; Perawatan Jasmani dan Kosmetika 1,34 persen dan Sandang Wanita 1,23 persen. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini