Inflasi

April 2016, Deflasi Kota Balikpapan Peringkat Tiga

inflasi

  Balikpapan (idcfm.net)— Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau memberikan andil terbesar, yakni 0,1087 persen terhadap inflasi di Kota Balikpapan pada bulan April 2016. Pada April 2016, kelompok tersebut mengalami inflasi tertinggi 0,59 persen, yang disumbang oleh Subkelompok makanan jadi dan subkelompok tembakau, berupa Pizza, Ikan Bakar dan rokok kretek. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan Nur Wahid, mengatakan, Kota Balikpapan pada bulan April 2016

Perekonomian Kota Balikpapan Kurang Kondusif

bi jpg

Balikpapan (idcfm.net)—Kantor Bank Indonesia Cabang Balikpapan melaporkan terjadi penurunan ekonomi di kota Balikpapan pada Maret 2016 ini. Berdasarkan data yang dihimpun oleh responden survey dan liaison Bank Indonesia, diperoleh informasi bahwa terdapat penurunan omset penjulanan secara umum pada bulan Maret 2016 sebanyak -4% dibanding dari bulan sebelumnya. Begitu juga dengan omset Penjualan Bahan Makanan dan Makanan Jadi di Maret 2016 turun masing-masing sebesar 11% dan 6%, dibanding

Desember 2015, Seluruh Kelompok Pengeluaran Naik Harga

Balikpapan (idcfm.net)—Inflasi tahunan atau Year On Year (YOY) Kota Balikpapan pada Bulan Desember 2015 mencapai 6,26 persen. Angka ini melampaui target nasional ±5 persen. Namun demikian, inflasi di kota minyak ini masih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional YOY yaitu 7,41 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan, Nur Wahid, mengungkapkan secara keseluruhan inflasi pada Desember 2015 sebesar 0,76 persen. Seluruh kelompok komoditi tercatat mengalami kenaikan

Tekanan Inflasi Mereda di November

Balikpapan (idcfm.net)—Tekanan inflasi diperkirakan mereda pada bulan November 2015 ini. Pemimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cabang Balikpapan Suherman Tabrani, berujar, pernyataan tersebut dengan memperhatikan pergerakan inflasi hingga bulan Oktober 2015 dan kondisi cuaca di Balikpapan dan sekitarnya.  Factor utama yang diperkirakan dapat menekan laju inflasi adalah datangnya musim hujan. Sehingga diharapkan lahan pertanian di Balikpapan dan sekitarnya dapat mulai berproduksi

Biaya Hidup di Balikpapan Rp. 6,8 Juta

Balikpapan (idcfm.net)–Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, biaya hidup di Kota Balikpapan pada September 2015 ini mencapai rata rata Rp. 6.879.000 per rumah tangga. Berdasarkan data yang ada, pada September, 5 kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks harga. Kelompok yang mengalami kenaikan indeks harga dari terendah ke tertinggi berturut-turut adalah kelompok Pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,08 persen), Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar (0,15), Kelompok makanan

BI Proyeksikan Inflasi Terkait Kenaikan BBM

Balikpapan (idcfm.net)—Bank Indonesia mencermati berbagai macam resiko inflasi, terkait dengan rencana pemerintah menaikan harga BBM pada November ini. BI proyeksikan akan terjadi kenaikan harga barang dan jasa dan pengaruhnya terhadap penurunan daya beli masyarakat. Pemimpin Kantor Bank Indonesia Balikpapan, Mawardi Ritonga menyebutkan, secara nasional jika BBM jenis premium naik dikisaran Rp.2000-Rp.2500 per liter inflasi diperkirakan naik 2,95 %—3,63 %. Jika premium naik Rp.2500, dampak

TPID Wacanakan Tanggung Biaya Retribusi Panganan

Mawardi-Ritonga

Balikpapan–Pemimpin Kantor Bank Indonesia, Mawardi Ritonga, menghimbau masyarakat untuk menjaga pola konsumsi selama Ramadhan. Menurut Mawardi, sudah menjadi trend setiap bulan ramadhan, inflasi mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut dipicu oleh tingginya tingkat konsumsi masyarakat yang akhirnya berdampak pula kenaikan harga. Tingginya pola konsumsi ini juga disebabkan aspek produksi dan distribusi belum seimbang. Sehingga ia meminta agar masyarakat lakukan motif konsumsi sesuai dengan kemampuan

Ekonomi Global pada 2014, Akan Membaik

  Balikpapan—Bank Indonesia proyeksikan ekonomi global tahun 2014 akan membaik, dengan pergerakan diangka 5,8 hingga 6,2 persen. Hal ini didukung oleh pertumbuhan yang lebih seimbang serta defisit transaksi berjalan yang menurun kearah yang lebih sehat. BI sendiri konsisten dengan kebijakan mengarahkan inflasi ke sasaran 4,5+1 % dan pertumbuhan kredit diangka 15-17 %. Asisten Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter Bank Indonesia Kiki Nindya Asih mengatakan, perekonomian Indonesia

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini