Strategi PT Pertamina MOR VI Kalimantan Hadapi Lebaran

PERTAMINABalikpapan (idcfm.net)– PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI Kalimantan menyiapkan langkah-langkah untuk antisipasi kenaikan pemakaian BBM dan LPG selama Ramadan hingga Lebaran.

GM PT Pertamina MOR VI Kalimantan Mohammad Irfan mengatakan, dengan dukungan Pertamina Refinery Unit V, pihaknya meningkatkan keamanan dan ketahanan stok BBM di terminal BBM seluruh wilayah Kalimantan, meningkatkan operasional lembaga penyalur (SPBU, APMS dan lain-lain) dan menyiapkan 41 SPBU yang buka 24 jam di jalur strategis. Disamping itu, kata Irfan, pihaknya juga membentuk tim satgas yang  bertugas memantau penyaluran/distribusi BBM dan Non BBM kepada masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan agar lancar dan aman.

“Kami berupaya menjamin ketersediaan baik produk subsidi maupun non subsidi di setiap wilayah. Sarana angkutan para agen pertamina MOR VI Kalimantan juga dipersiapkan untuk menghadapi kenaikan lonjakan permintaan BBM,” ujarnya.

Berdasarkan data yang ada, rata-rata konsumsi LPG PSO naiks ekitar 5,6% dari rata-rata harian normal, menjadi 1030 MT/hari (343.272 tabung). Tingkat konsumsi LPG PSO akan naik hingga ke level 1.250 MT/hari (416.679 tabung pada H-2 dan ke level 1.262 MT/hari (420.397/H+5). Sedangkan LPG Non PSO (Non Subsidi) konsumsi tertinggi diprediksi terjadi pada H-4 Idul Fitri pada level 286 MT/hari (23.000 tabung).

Sementara itu kebutuhan BBM di wilayah Kalimantan secara umum, untuk produk solar bersubsidi dan premium pada masa puasa danlebaran diperkirakan tidak mengalami peningkatan signifikan atau berkisar di angka 6.037 KL/hari (premium) dan 1.760 KL/hari (solar). Untuk wilayah Kalimantan peningkatan kebutuhan premium cenderung naik sekitar 6% pada H-1. Kebutuhan akan kembali normal juga pada H+1 setelah idul fitri.

“Namun sebagai langkah antisipasi PT Pertamina persero telah menambah alokasi 6 sampai 20 persen dari alokasi normal yang dapat digunakan apabila terjadi lonjakan permintaand I luar prediksi,” tambah Irfan.

Sementara itu, Area Manager Communication and Relations Kalimantan Pertamina MOR VI Kalimantan, Dian Hapsari, memberi imbauan agar masyarakat menggunakan produk LPG Pertamina non subsidi, khususnya LPG Bright Gas karena double keamanannya. Kepada masyarakat yang memiliki kendaraan motor atau mobil pribadi keluaran diatas 2.000, diimbau menggunakan BBM di atas Ron 88 (untuk berbahan bakar bensin) dan cetane number diatas 48 (untuk kendaraan berbahan bakar diesel). Saat ini tersedia Pertalite dan Dexlite sebagai alternative pilihan konsumen.

“Pertamina MOR VI Kalimantan telah merencanakan pola suplai dan penyaluran BBM, LPG dan Pelumas kepada masyarakat secara baik. Kondisi stok kebutuhan tersebut akan terus ditingkatkans esuai permintaan pasar,” pungkas Dian, seraya mempersilakan masyarakat menghubungi contact center pertamina di nomor 1-500-000 atau email ke pcc@pertamina.com jika menemukan indikasi penyimpangan.  (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini