Sidak Ayam Potong, MUI Temukan Kejanggalan

SIDAK AYAM

Suasana Sidak MUI Kota Balikpapan bersama Dinas Peternakan Kota saat disak ayam potong di Pasar Baru pada Kamis (22/06/2017) pagi.

 

Balikpapan (idcfm.net)— Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan bersama Dinas Peternakan melakukan sidak ayam potong di pasar tradisional kawasan pasar baru. Kegiatan ini dalam rangka mengetahui sejauh mana kesadaran para penjagal menyembelih ayam sesuai dengan syariat islam.

“Tadi kami lihat sudah 90 persen ayam yang disembelih sudah bagus. Artinya tiga urat leher terpotong semua dan kulitnya terbuka lebar. Ada juga yang memang sudah memiliki sertifikat keahlian dari MUI,” ujar Sekeretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan M. Djailani usai sidak pada Kamis (22/06/2017).

Ada temuan dalam sidak tersebut berupa masih didapati sejumlah ayam potong yang bulunya belum dibersihkan secara sempurna. Selain itu, pihaknya mendapati sejumlah ayam potong yang kulitnya kemerah-merahan. Menurut pengakuan pedagang, ayam tersebut usai disembelih langsung dicelupkan ke air panas atau tanpa menunggu ayam tersebut mati terlebih dahulu.

“Kalau secara syariat islam, ayam itu masuk kategori bangkai. Karena matinya karena kena air panas. Seharusnya kan mati karena disembelih dan keluar darah,” tegas Djailani.

Dalam kesempatan tersebut, MUI Kota Balikpapan dan Dinas Peternakan mengimbau kepada pemilik usaha ayam potong dan penjagal, untuk mengikuti pelatihan tata cara memotong unggas yang benar dan sesuai syariat. Pelatihan ini merupakan agenda rutin MUI Kota yang digelar setiap menjelang hari raya idul adha.

“Pelatihan ini tidak dipungut biaya, dan peserta juga akan membawa pulang sertifikat keahlian dari MUI. Nanti oleh pedagang sertifikat itu dibingkai terus dipajang di kiosnya. Pasti akan banyak yang beli disana karena sudah pasti halal dan toyib,” imbuhnya..

Namun jika penjagal tersebut telah memiliki ilmu tata cara pemotongan yang baik, lanjutnya, dipersilakan untuk mengurus sertifikat keahliannya ke MUI.

“Karena bisa jadi dia memang ilmu cara memotong itu ada, Tapi bukan muslim dan tidak menghadap kiblat. Atau bisa juga saat memotong, tidak menutup aurat. Itu yang harus diketahui para penjagal dan pengusaha ayam potong di Balikpapan,” pungkasnya. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini