Sepi Pembeli, Pedagang Pindah Lokasi Berjualan

20170608_112311

PENAJAM – Sejumlah pedagang di Pasar Induk Penajam mengeluh akibat sepinya pembeli dalam beberapa bulan terakhir. Sepinya pembeli dinilai akibat jarak tempuh ke pasar cukup jauh, serta belum adanya fasilitas transportasi umum, menjadi faktor warga enggan berbelanja ke pasar induk. Kondisi tersebut, menyebabkan sejumlah pedagang memilih membuka lapak di pinggir jalan dan banyak ditemukan di sekitar kilometer 2 jalan provinsi.

Salah satu pedagang sayur di pasar induk Penajam, Kasaturi mengungkapkan, sejak banyak pedagang yang membuka lapak di depan rumahnya, warga yang berbelanja di pasar induk berkurang. Bahkan, omsetnya jauh berkurang dibanding sebelum ada pasar dadakan tersebut.

“Sepi sekarang (di pasar induk), ini malah banyak tidurnya, ya karena ngga ada orang yang belanja, ya gimana lagi mau tak mau,” ungkap Kasaturi. Ia menilai, sepinya warga yang berbelanja ke pasar induk disebabkan tidak adanya angkutan umum yang masuk ke area pasar.

“Orang malas kali ya, soalnya dari jalan raya ke pasar cukup jauh, kalau mau naik ojek harus bayar 10 ribu,” terangnya.

Dirinya berharap, pemerintah daerah memberikan fasilitas kemudahan akses ke pasar induk, agar banyak warga yang datang berbelanja.

Menanggapi keluhan pedagang tersebut, Wakil Bupati PPU, Mustakim MZ mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan unsur terkait, guna mencari solusi. Menurutnya, upaya yang dapat dilakukan, yakni dengan membuat rekayasa lalu lintas hingga penertiban pedagang yang berjualan di pinggir jalan.

“Memang harus ada rekayasa lalu lintas supaya angkot bisa masuk ke pasar, karena cukup jauh jalan kaki dari pasar ke jalan poros itu,” kata Mustakim.

Selain melakukan rekayasa lalu lintas, pihaknya juga akan meminta Satpol PP untuk menertibkan pedagang yang berjualan melanggar Perda. “Kita tegakan agar mereka kembali berjualan di pasar induk,” tuturnya.

Rencananya, upaya yang dilakukan dengan melibatkan sejumlah SKPD tersebut akan dilaksanakan usai lebaran mendatang. (Kominfo)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini