SDIT Istiqamah dan Pertamina Tidak Bisa Dipisahkan!

sdit

Salahsatu lorong SDIT Istiqamah Balikpapan (Foto: Imay/ IDC FM)

Balikpapan (idcfm.net)—(YIB) Yayasan Istiqamah Balikpapan  akhirnya akan suara terkait pengakuan Yayasan Pendidikan Al-Istiqamah Terpadu (YPAIT) sebagai pengelola SDIT Istiqamah.

Alaidin, Sekretaris YIB, mengaku tau persis riwayat berdirinya SDIT Istiqamah. Sebab ketika SDIT itu terbentuk di tahun 1997, karyawan Pertamina ini telah aktif menjadi pengurus Badan Dakwah Islamiyah (BDI) Pertamina, suatu badan milik Pertamina yang mengelola Masjid Istiqamah. Alaidin merantau dari Aceh dan bertugas di Balikpapan sejak Tahun 1977.

BDI Pertamina dibawah binaan GM PT Pertamina RU V yang dibentuk untuk mensyiarkan agama islam dan memberi keleluasaan pada masjid binaan pertamina ini untuk mengembangkan syiar nya dari beragam metode, salah satunya dengan mendirikan Taman Pendidikan Islam (TPI) dibawah naungan yayasan Al- Muslimin. Namun TPI ini pada akhirnya jalan ditempat karena kurang mendapat respon dari masyarakat.

“25 April 1977 pertamina memberi lahan untuk pinjam bangun masjid dan pendidikan. BDI Pertamina saat itu membina 21 masjid, salahsatunya Masjid Istiqamah. 17 Maret 1993 BDI membentuk yayasan Al-Muslimin dan mendirikan TPI. Kala itu ketua yayasannya adalah pensiunan pertamina Haji Abdul Habid,” urainya.

Pengorganisasian SDIT sendiri dimulai pada 15 Maret 1997 dan nama yayasan berubah menjadi Yayasann Istiqamah. Sekolah ini dibentuk atas kesepakatan bersama BDI Pertamina, dan yayasan dan DKM Istiqamah. Aktivitas SDIT ini menggunakan gedung eks TPI yang saat itu hanya terdapat tiga ruang belajar.

Sekolah islam pertama di Balikpapan ini mendapat antusias cukup tingggi dari masyarakat, sehingga pada 20 September 2000, dilakukan pembangunan tahap kedua atas persetujuan Pertamina. pengurusan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dilakukan pada 14 Mei 2001 atas nama Yayasan Istiqamah. Tahun 2004 sempat terjadi pergantian pengurus, Ketua Yayasan Istiqamah Fauzi Baron digantikan oleh Adi Prayono. Kemudian pada 26 November 2006 pengurus yayasan yang baru mengajukan permohonan mendirikan fasilitas sarana olahraga dan ruang belajar baru.

“Tahun 2006 ini masih ada komunikasi dengan izin kepada DKM Istiqamah. DKM ini dibentuk oleh Ketua BDI dan BDI ini pembinanya adalah GM Pertamina. Artinya keputusan legalitas dipatuhi dari atas. Kita harus tau organisasi. Bedakan mana pemilik dan mana pengelola. SDIT Istiqamah dan Pertamina tidak dapat dipisahkan!,” tegasnya.

Alaidin juga tak menapik jika nama yayasan mengalami perubahan. Pada 21 Oktober 2010 atas usulan Menteri Hukum dan Ham Yayasan Istiqamah kini dirubah menjadi YIB (Yayasan Istiqamah Balikpapan). Dengan pertimbangan agar lokasi yayasan mudah diketahui.

Alaidin kala itu juga menjabat sebagai Sekretaris BDI Pertamina dan pernah menduduki posisi Sekretaris Yayasan Istiqamah membantah keras bahwa pertamina tidak turut membantu SDIT. Alaidin menyaksikan sendiri ketika pengelola yayasan mengajukan proposal bantuan ketika sekolah tersebut akan melakukan kegiatan. Termasuk bangunan aset sekolah milik pertamina, yang pada awalnya dibangun untuk TPI.

“Kalau mereka bilang pertamina tidak pernah membantu, itu tidak benar. Karena sekolah ini dibangun juga atas inisiatif BDI Pertamina. Contoh kegiatan operasional mereka sering memakai gedung pertamina. Memang di tahun 2013 seiring perubahan undang-undang migas, mulailah ditagih biaya listrik kepada pengelola sekolah. Pada 7 November 2014 kami mendapat surat yang isinya mengejutkan. Bahwa pengelola tidak lagi mengakui YIB,” katanya.

Diakui Alaidin, gejolak antara yayasan SDIT dengan BDI terlihat sejak tahun 2013. Sebagai Pembina DKM Istiqamah, BDI Pertamina menawarkan islah (perdamaian), dengan pertimbangan awal sekolah dibentuk untuk mensyiarkan agama dan mencetak anak anak berakhlak baik. Namun tawaran tersebut tidak digubris oleh YPAIT. Sampai akhirnya pada Februari 2016, kisruh pengelolaan SDIT Istiqamah juga terendus oleh DPRD dan Pemerintah kota, termasuk masyarakat melalui media sosial.

“Kenapa terlalu diam? YIB mencoba untuk menahan diri, ga mau melibatkan orang banyak. Ada saatnya kami menyampaikan. Namun kami tidak latah, harus lengkap dari sisi,” pungkasnya. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini