Restoran Beromset Rp. 3,5 Juta Bakal Dikenakan Tarif Pajak

Balikpapan (idcfm.net)—Walikota Balikpapan Rizal Effendi menyampaikan rencana perubahan peraturan daerah atau Raperda tentang perubahan atas PerRIZALda Nomor lima Tahun 2010 tentang Pajak Restoran.

Dalam penyampaiannya disebutkan perubahan tarif terbagi dalam tiga kategori. Pertama omset Rp. 3,5 juta sampai Rp. lima juta per bulan, ber laku tarif satu hingga tiga persen; kedua, omset Rp. lima juta hingga Rp. 10 juta per bulan berlaku tarif empat sampai tujuh persen; dan ketiga omset diatas Rp. 10 juta perbulan, berlaku tarif 10 persen.

“Dari draf Raperda ini, ada klausul yang dicabut mendagri tentang pajak dan ada klausul yang diperbaiki karena dibatalkan permendagri. Misalnya warung yang tidak tergarap, kafe ini ada dimasukan dalam perda baru yang batasannya ada yang rendah dan tinggi,” terang Rizal.

Kata Rizal menjelaskan, perubahan Perda tentang Pajak Restoran ini salah satu upaya mencapai target penerimaan pajak daerah tahun 2017 sebesar Rp. 419 miliar rupiah.  Selain membagi tarif pajak dalam tiga kategori, pemerintah kota juga bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Balikpapan.

Dalam hal ini Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) saling berbagi data dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama dan belajar bagaimana mengawasi laporan para wajib pajak.

“Prinsip pajak kan self assessment. Misalnya restoran laporkan omset 10 juta. Kita bisa hitung berapa dia beli beras satu hari untuk jualan, berapa pake ayam. Dari situ bisa ketahuan bohong atau tidak,” katanya.

Walikota Rizal Saat ini kita sudah kerjasama dan sudah ketahuan ada hotel dan restoran yang laporan pajaknya rendah di kita tinggi di pratama. Begitu juga sebaliknya. Namun ia enggan merincikan nama-nama hotel dan restoran yang tidak jujur dalam melaporkan pajaknya.

“Ada yang melaporkan omser tidak benar. Akan ada sangsi itu,” pungkasnya. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini