Razia Tim Gabungan, 77 Tahanan Balikpapan Positif Narkoba

IMG-20160413-WA0002

Penghuni Lapas yang positif narkoba, langsung digiring ke Polres untuk pemeriksaan lanjutan.

 

Balikpapan (idcfm.net)—sedikitnya 77 penghuni Lembaga Permasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Balikpapan dinyatakan positif mengkonsumsi Narkoba. Hal ini terungkap saat Tim Gabungan Operasi Bersinar Mahakam 2016 melakukan menggeledahan dadakan dan lakukan tes urin bagi seluruh penghuni di lokasi tersebut pada Rabu (13/4) pagi. Bukan hanya bilik tahanan, pemeriksaan juga dilakukan di gudang penyimpanan dan dapur umum.Tim gabungan ini juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu poket yang diduga sabu, alat hisap, 39 telepon seluler dan senjata tajam.

Usai kegiatan tersebut Kapolres Balikpapan AKBP Jefri Dian Juniarta menyebutkan untuk penghuni Rutan dari 111 tahanan yang diperiksa, 56 orang dinyatakan positif, sementara penghuni Lapas kedapatan 21 diantaranya juga terbukti positif. Jefry mengatakan, mereka yang positif mengkonsumsi narkoba, selanjutnya di bawa ke Mapolres untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

“Operasi ini udah di rancang jauh-jauh hari dengan saya, BNN dan Kalapas dan polda. Pada prinsipnya kita siap membantu teman-teman dilapas dan rutan dengan segala keterbatasannya. Dan kami siap sewaktu waktu membersihkan lapas dan rutan dari peredaran gelap narkoba,” ujar Jefri.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan I Ketut Rasna berujar Mereka yang positif konsumsi narkoba akan dilakukan assisment medis dan assistmen hukum. Ketut berujar berdasarkan pasal 54 undang-undang Narkotika,nmereka pelaku penyalahgunaan Narkoba, baik pengedar dan pemakai, berhak mendapatkan pelayanan rehabilitasi. Menurut ketut karena mereka adalah tahanan negara, sehingga tindakan rehabilitasi juga dilakukan di lingkungan Lapas.

“Balikpapan ini berada urutan kedua setelah Samarinda untuk tingkat temuan di Kaltim. Namun juga tahanan yang positif konsumsi Narkoba berhak menjalankan rehabilitasi. Kita akan koordinasi dengan Kalapas apakah rehabilitasinya di Lapas saja, karena mereka masih tahanan,” pungkas Ketut.

Lemahnya pengawasan atas peredaran gelap narkoba di lingkungan Lapas,  diakui Kepala Lapas kelas II A Balikpapan Edy Hardoyo. Menurut Edy pihaknya rutin melakukan pemeriksaan terhadap tahanan, namun pihaknya belum pernah mendapati benda-benda mencurigakan. Edy juga mengaku tidak mengetahui ada narapidana yang mengantongi telepon seluler, padahal benda tersebut tidak boleh dipegang oleh Tahanan.

Edy juga tidak menapik, ketika ditanya adanya keterlibatan petugas Lapas dalam mudahnya Narkoba masuk ke lingkungan Lapas tersebut. Namun dengan adanya razia ini, ia berharap menjadi peringatan bagi pegawai untuk tidak terjerumus dalam dunia narkoba.

“Setiap hari oke kita periksa agar tidak ada lagi namanya peredaran melibatkan pegawai. Ini akan jadi shok terapi bagi petugas kami,” kata Edy.

Edy juga meminta kepada kapolres untuk tidak segan-segan menindak petugas Lapas yang terbukti terlibat dalam peredaran narkoba. Bahkan ia tekankan agar petugas tersebut segera di pecat karena tidak komitmen dengan tugas dan tanggungjawabnya sebagai sipir penjara.

“Sudah ada dua petugas Lapas yang terindikasi terlibat. Sangat disayangkan. Wartawan tau sendiri lah itu. Kita Lapas dan Rutan komitmen berantas makanya kami minta Polres razia ke mari,” Akunya. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini