Proyek Jembatan Nipah nipah- Melawai Belum Jelas

 

jemabtan nipah

ist.

Penajam Paser Utara (idcfm.net)—Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar berharap agar Menteri Perhubungan terbitkan surat keputusan terkait tinggi ruang bebas jembatan Nipah-nipah melawai.

Untuk mendapatkan izin tinggi ruang bebas jembatan yang diusulkan setinggi 50 meter dari permukaan air laut kata Yusran Pemkab Penajam Paser Utara terus melakukan konsultasi dan komunikasi dengan Kementerian Perhubungan agar proyek pembangunan jembatan itu dapat segera terwujud.

Secara rinci Yusran menjelaskan, terkait  analisis dampak lingkungan (amdal) masih dalam proses, sementara izin pemanfaatan ruang tapak dari gubernur kaltim menurutnya tidak ada masalah. Setelah itu terbit, pihaknya segera membentuk konsorsium dan mengajukan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT). Dan ditindaklanjuti lagi dengan konsep pendanaan yang bersumber dari investor, bukan APBN.

“Tinggal nunggu izin ketinggian. Kalau dari gubernur ga ada masalah,” ujar Yusran, pada Sabtu (21/11).

Yusran mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab lambannya proses perizinan di pemerintah pusat. Namun ia memastikan sebelum proyek jalan tol sepanjang 5,4 km ini diajukan, pihaknya telah melakukan kajian secara ilmiah dan secara hukum.

“Kita ga paham apa masalahnya. Tapi saat presiden datang untuk meresmikan proyek groundbreaking (Pada 19 November 2015 di Kawasan Industri Buluminung, red) sudah saya sampaikan. Semoga desember ini sudah ada titik terang,” harap Yusran.

Jembatan penghubung Penajam Paser Utara- Balikpapan ini diprakarsai oleh PT Waskita Kartya tbk, yang siap mendanai mega proyek bernilai Rp. 5,5 triliun ini. Rencananya pembangunan jembatan akan memakan waktu selama 30 bulan. Jika pembangunan tersebut berjalan sesuai target seperti jembatan tersebut bisa dipergunakan di awal tahun 2017. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini