Polda Siagakan Sniper Amankan Pilkada

pilkada

Suasana upacara gelar pasukan pengamanan (TNI dan Polri) Pilkada. Imay/ IDCFM

 

Balikpapan (idcfm.net)-– Polda Kaltim sebar para penembak jitu (sniper) untuk mengamankan Pilkada Kaltimra di hari pencoblosan pada 9 desember 2015. Para sniper terlatih ini dipastikan sigap dan bergerak cepat ketika terjadi kericuhan dan konflik saat proses pemungutan dan perhitungan surat suara. Sasaran operasi pengamanan Pilkada ini antaralain kantor KPU setempat, Kantor Panwaslu, Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan sejumlah titik rawan konflik lainnya.

Adapun jumlah pasukan pengamanan Pilkada 2015 yang diturunkan mencapai 2/3 personel yang ada atau mencapai 6300 personel. Petugas kepolisian juga secara mobile terus memantau aktivitas di TPS pada hari pencoblosan.

“Sniper ga usah dikasihtau jumlahnya, tapi ada lah. Jangan bilang berapa titik ga boleh dikasitau,” ujar Kapolda kaltimra Irjend Pol Safaruddin kepada wartawan usai Upacara Gelar Pasukan Pengamanan Pilkada, bertempat Lapangan Merdeka pada Senin (07/12).

Safaruddin juga ungkapkan saat ini terdapat 3 daerah yang rawan konflik yaitu Nunukan, Kutai Barat dan Bontang. Sehingga di tiga daerah tersebut, dimasukan dalam kategori daerah rawan konflik.

Safaruddin juga tekankan 4 hal kepada seluruh pasukan pengamanan, yaitu siapkan fisik dan mental dengan landasan moral dalam disiplin kerja; lakukan pengamanan sebaik mungkin dengan menjalin koordinasi dengan petugas KPPS dan masyarakat; tingkatkan kewaspadaan antisipasi sedini mungkin atas ancaman terror dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kepada penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Panwaslu, Safaruddin juga meminta untuk menjaga netralitas agar proses Pilkada berjalan lancar.

Sementara itu, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Puji Hastono sebutkan untuk pengamanan pilkada di pihaknya turunkan sekitar 4430 personel. Dengan rincian terbanyak untuk Kalimantan Selatan 2000 personel, Kaltim 1480 personel dan Kaltara 950 personel. Ia juga pastikan personel yang diturunkan bersenjata lengkap, termasuk juga tenaga intelegen tingkat Kodim dan Korem.

“Metode pembinaan territorial untuk ciptakan kondisi hari-hari bersama dan kodam. Kita pakai metode bimter,” terang Benny.

Dalam pengamanan pilkada ini, lanjut Benny, pihaknya memantau kerawanan dan menjaga keamanan. Jika didapati ada pelanggaran, langsung dikoordinasikan dengan kepolisian.  Sejumlah TNI akan bersiaga di Koramil, yang mana Koramil diperbantukan oleh 1 regu.

“Nanti Babinsa juga kita minta bersiaga radius 200 meter dari TPS. Babinsa ini juga mobile atau bergerak dari 1 TPS ke TPS lain. Atau 1 Babinsa mengawasi 2 atau 3 TPS terdekat,” tambahnya. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini