Peserta PKH Ditawari Vocational Training ke Jepang dan Korsel

img_20160917_112643

Foto: Imay/ IDC FM

 

Balikpapan (idcfm.net)—Bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap III untuk Kalimantan Timur dan Balikpapan tahun 2016 mulai disalurkan. Jumlah bantuan untuk provinsi Kaltim sebanyak 20.232 keluarga dengan total bantuan Rp. 44.546.940. Dari angka tersebut, penerima PKH Kota Balikpapan 1.984 keluarga dengan besaran Rp. 4.668.350.

Selain PKH, terdapat pula enam jenis bantuan lainnya yang disalurkan tahun 2016 ini. Bantuan tersebut berupa Bantuan Lanjut Usia, bantuan Disabilitas, bantuan Beras Sejahtera, bantuan Logistik penanganan bencana, Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) dan Bantuan Hibah Dalam Negeri. Jika ditotal tujuh bantuan yang disalurkan mencapai nominal Rp.209.830.665.186 untuk Provinsi Kaltim, sementara Balikpapan kebagian Rp.19.129.089.600.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, untuk memutus mata rantai kemiskinan keluarga penerima PKH, bersama forum CSR, digagaslah program berjudul Vocational Training ke Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Dalam program ini hanya diambil 100 anak, baik lulusan SMA, SMK maupun Madrasah Aliyah. Pendafatran dibuka hingga akhir September 2016.

“Untuk itu saya minta pada pendamping PKH didata siapa penerima yang ingin anaknya mengikuti program ini. Waktunya tinggal dua minggu,” ujar Khofifah mengingatkan.

Secara teknis Khofifah menjelaskan, sebelum berangkat ke Jepang dan Korsel, peserta akan dibekali pengetahuan budaya dan bahasa setempat agar bisa beradaptasi. Pembekalan dilakukan selama enam bulan dan berlangsung di Jakarta. Selanjutnya peserta terpilih mengikuti Vocational Training selama 2,5 tahun.

Wanita berjilbab ini berharap sepulangnya dari Vocational Training, bisa memajukan daerah, khususnya di desa tempat ia tinggal. Ia juga meminta kepada Forum CSR agar berinisiatif menyertakan tiga peserta dari desa yang sama. Tujuannya adalah agar peserta bisa berdiskusi pada rekan sebaya, untuk membangun desa tempat mereka tinggal. Pembangunan diharapkan lebih kepada sektor pertanian dan perkebunan.

“Dari pada satu-satu dia ga punya teman bermusyawarah untuk membangun desa. Minimal tiga orang dari desa yang sama. Supaya nanti misalnya nanti eh, lupa cara membuat kandang, teman yang satu bisa membantu,” katanya.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi menyambut baik program PKH ini dan berharap program PKH di tahun 2017 terus dikembangkan. Walikota Rizal juga ingatkan penerima PKH tidak menyalahgunakan bantuan yang ada, melainkan memanfaatkan untuk kesehatan ibu dan masa menunjang masadepan anak.

“Sekali lagi trimakasih bu menteri. Dalam situasi ini program PKH bisa berkembang dan ditambah. Jangan dikurangi bu menteri. Banyak keluarga yang anggotanya bertambah,” harap Rizal

Dalam kesempatan itu, 10 anak berprestasi PKH Kota Balikpapan mendapatkan bantuan paket sekolah hibah dalam negeri.  Diantaranya Abel Rhevalina, pelajar SMP 01 yang meraih juara taekwondo tingkat nasional; Alif Al-Kautsar, pelajar SMA 03 yang meraih juara satu olahraga basket tingkat provinsi dan Septyanda Nur Ramadhanillahi pelajar SDN 003 Balkot, meraih juara Da’I Cilik se kota Balikpapan. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini