Perkuat Bisnis, Pertamina Incar Industri Tambang

pertamina lubricant

Syafa’at Jajuli (Kiri), SR VI Manager PT Pertamina Lubricants, terima tali asih berupa buku pintar dari Abdul Hafid Rasjid (kanan)

 

Balikpapan (idcfm.net)— Sales Region VI Manager PT Pertamina Lubricants Kalimantan, kini dijabat oleh Syafa’at Jajuli. Syafaat Jajuli sebelumnya menduduki posisi serupa di Region II Sumatra Selatan. Sementara Abdul Hafid Rasjid, yang sebelumnya sebagai SR VI Manager PT Pertamina Lubricants Kalimantan, mendapat promosi untuk mengelola wilayah SR III mencakup Jakarta, Kawa barat dan banten.

“Memang wilayah kerjanya lebih luas dari Kalimantan. Ini menjadi tantangan untuk memperbesar kepercayaan diri kita juga masyarakat Indonesia untuk menggunakan produk karya anak bangsa,” ujar Hafid kepada wartawan, dalam acara malam pisah sambut SR VI manager PT Pertamina Lubricants Kalimantan di Novotel Balikpapan pada Kamis (04/08) malam.

Mengenai kinerja Pertamina Lubricant Kalimantan dalam pertengahan 2016 ini, menurut Hafid belum menunjukan peningkatan signifikan. Mengingat konsumen pelumas pertamina di Kalimantan didominasi sektor industri dan disisi lain saat ini sektor industri, khususnya batu bara masih belum membaik

Hafid mengungkapkan cukup sulit memasarkan produk mereka untuk kalangan industri. Menurutnya orang-orang yang berperan besar dalam bisnis tersebut cenderung kritis dan sangat perhitungan. Ia pun berpesan pada manager yang baru untuk bisa menjawab tantangan tersebut dengan melakukan pendekatan terhadap industri tambang.

“Kalau di Palembang kan perkebunan. Di Kalimantan ini dominan batubara. Untuk bisa masuk dan diterima di industri tambang, kita harus berfikir sejajar dengan mereka. Seluruh pertanyaan detail mereka, kita harus bisa jawab,” pesannya.

“Namun segmen otomotif tetap terjaga potensinya, masih bisa kita raih. Jadi yang mananya kendaraan bermotor tidak seperti pertambangan. Terus dipakai walaupun intensitas memakai kendarannya berkurang,” tambahnya.

Terpisah, Sales Region VI Manager PT Pertamina Lubricants Kalimantan Syafa’at Jajuli akui kondisi bisnis pelumas di Kalimantan belum kondusif. Ia berpikir realistis melihat kondisi ekonomi yang masih lesu secara global. Namun ia memastikan market share produk pelumas pertamina tetap stabil dan mengatur strategi demi peningkatan pelayanan kepada konsumen.

“Suatu kehormatan buat saya kelola wilayah Kalimantan ini jadi jauh lebih besar dan menantang. Apalagi situasi di Kalimantan belum kondusif. Kita berharap kedepan lebih baik,” tukas Syafa’at. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini