Perekonomian Kota Balikpapan Kurang Kondusif

bi jpg

Balikpapan (idcfm.net)—Kantor Bank Indonesia Cabang Balikpapan melaporkan terjadi penurunan ekonomi di kota Balikpapan pada Maret 2016 ini.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh responden survey dan liaison Bank Indonesia, diperoleh informasi bahwa terdapat penurunan omset penjulanan secara umum pada bulan Maret 2016 sebanyak -4% dibanding dari bulan sebelumnya. Begitu juga dengan omset Penjualan Bahan Makanan dan Makanan Jadi di Maret 2016 turun masing-masing sebesar 11% dan 6%, dibanding bulan sebelumnya.

“Hasil anecdotal Survei Pemantauan Harga diperoleh informasi bahwa daya beli masyarakat Kota Balikpapan menurun. Pembeli memilih untuk belanja ke barang-barang yang harganya lebih murah,” ujar Analis dan Humas KBI Balikpapan, Andi Adityaning Palupi, pada Selasa 26/04).

Dikatakan Andi, dari Survey Harga Pasar Residensial (SHPR) Primer, SHPR Sekunder dan Survey Harga Properti Komersial juga diperoleh informasi bahwa ada kecenderungan stagnasi pertumbuhan harga karena penurunan permintaan. Dari Liaison ke sektor Perhotelan pada tahun 2015, terjadi penurunan occupancy dan penjualan kamar dan ruang serbaguna di hotel juga turun hingga mencapai kisaran 20%. Beberapa Maskapai penerbangan juga melaporkan penurun jumlah penumpang dan mulai melakukan efisiensi di korporasinya.

“Dikaitkan dengan perkembangan inflasi, di bulan Maret 2016 Kota Balikpapan mengalami deflasi sebesar -0,04%. Sehingga secara tahunan terjadi inflasi sebesar 4,75%. Masih lebih tinggi dibandingkan dengan Inflasi Nasional, namun tren Inflasi Balikpapan selama 3 tahun terakhir terus menurun,” terang Andi.

Andi mengaku tantangan pengendalian inflasi pada tahun 2016 tidaklah ringan dan perlu dimitigasi sejak dini. Khususnya dari kelompok administered prices, risiko bersumber dari rencana Pemerintah untuk mengalihkan pelanggan listrik rumah tangga dengan daya 900VA ke daya 1300VA. Namun, kata Andi, perbaikan indikator makro ekonomi yang masih berlanjut diperkirakan akan mendorong penurunan tarip listrik hingga triwulan II 2016.

“Diperkirakan inflasi bulan depan masih akan berada pada level yang stabil dan relatif rendah. Tren inflasi tahunan yang menurun 1 tahun terakhir ini, diperkirakan berlanjut pada tahun 2016. Meski perekonomian sedang kurang kondusif namun mereka optimis bahwa kedepan kondisi akan membaik,” imbuhnya.

“Bank Indonesia bersama-sama dengan Pemerintah Kota Balikpapan dan Instansi lainnya yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Balikpapan, senantiasa meningkatkan koordinasi dalam hal pengendalian inflasi daerah melalui berbagai program lintas institus,” tambahnya. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini