Penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar 100:20

narkoba komisi iv dprd prov kaltim

Balikpapan–Posisi kalimantan Timur sebagai peringkat ke-3 di Indonesia dalam penyalahgunaan Narkoba mendapat perhatian serius dari jajaran pemerintah provinsi Kaltim.Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim Kombes Pol Agus Gatot Purwanto menyebutkan, dari sekisar 90 ribu pecandu narkoba di Kaltim, baru 1000 kasus yang terungkap. Dari angka tersebut, penyalahgunaan narkoba kalangan pelajar dan mahasiswa menempati posisi kedua yakni 20 persen. Sementara tertinggi adalah kalangan pekerja 70 persen.

“20 persen itu bukan angka yang sedikit. Jadi kalau kita perkirakan di kalangan pelajar ini pelaku penyalahgunaan narkoba 100 banding 20,” ujar Gatot saat mengisi Lokakarya Bahaya narkoba dihadapan puluhan dan pelajar balikpapan bertempat Grand jatra Hotel Balikpapan, Sabtu (22/3).

Gatot menuturkan, aksi Pencegahan Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kaltim masih belum maksimal. Kendala yang dihadapi seperti terbatasnya anggaran yang hanya dapat terlaksana di Samarinda dan sekitarnya, serta geografis kaltim belum terdukung dengan infrastruktur jalan yang baik, sehingga biaya perjalanan tinggi.“Saat ini dari 14 kabupaten kota, hanya 3 kota yang vertikal yaitu balikppan, samarinda dan tarakan. Akses ke perbatasan dan pedalaman juga masih banyak yang belum terjangkau. Ini kendal kita,” ungkap Gatot.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltim Sigit Mulyono menyebutkan sebagai mitra BNNP Kaltim dalam berantas Narkoba, belum lama ini pihaknya melakukan tes urin kepada 300 lebih pegawai Dispora Kaltim. Selain itu saat ini Dispora Provinsi Kaltim juga mengagendakan pemilihan duta narkoba kaltim dan membentuk gerakan pemuda anti narkoba.“Kita akan mengajak pemuda untuk mengembangkan potemsi, ada kesadaran, kemampuan dan kemauan melakukan sosialisasi dan internalisasi,” tegas Sigit.

Ditambahkan Sigit, berdasarkan data di tahun 2011, faktor penyalahgunaan narkoba 51,4 persen akibat coba-coba. Tertinggi kedua faktor bujukan teman sekolah 17,9 persen. Bahkan dari sekian faktor tersebut, juga terdapat ajakan keluarga 2,1 persen dan ajakan pasangan 2,3 persen.“Lembaga dasar untuk menghindari narkoba adalah keluarga, pendidikan, agama, ekonomi dan pemerintahan/politik,” kata sigit. (*)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini