Pengklasifikasian Pelanggan Daya 900 VA, PLN Siapkan Formulir Pengaduan

 

PLN DI BLUE SKY

dari kiri: Moderator; GM PT PLN Kaltimra Tohari Hadiat ; Direktur Pembinaan Pengusaha Ketenagalistrikan ESDM, Satya Zulfanitra; Communication Strategy Specialist TNP2K, Rajeshanagara Sutedja;

Balikpapan (idcfm.net)—Mulai satu Januari hingga Maret 2017, PLN secara nasional lakukan penyesuaian tarif pelanggan R1/900 VA. Di Kalimantan Timur sendiri proses penyesuaian telah berjalan yang mana 89,48 persen pelanggan di provinsi tersebut akan dicabut subsidinya.

“Konsumen rumah tangga untuk daya 900 VA di Kaltim 388.565. bagi 347.698 pelanggan akan dilakukan penyesuaian tarif, sehingga hanya 40.867 pelanggan saja yang masih menikmati subsidi,” ujar GM PT PLN Kaltimra Tohari Hadiat dalam sosialisasi Subsidi Listrik Tepat Sasaran di Forum Redaktur Media di Balikpapan, Kamis (12/1/2017).

Tohari mengaku hingga pertengahan Januari 2017 ini pihaknya belum menerma penolakan dari pelanggan. Namun ia persilakan jika ada yang keberatan bisa mengajukan protes. Mekanisme yang harus ditempuh adalah pelanggan melapor ke kantor desa atau lurah setempat dan mengisi formulir pengaduan, yang selanjutnya oleh kantor bersangkutan meneruskannya ke kantor kecamatan. Selanjutnyam kecamatan menginput data pengaduan ke aplikasi pengaduan kepesertaan subsidi listrik yang berbasis web dan dapat diakses melalui internet subsidi.djk.esdm.go.id. Proses pengaduan ini memakan waktu dua hingga tiga bulan pasca pengisian formulir pengaduan tersebut.

“Data pengaduan akan ditindaklanjuti oleh posko pengaduan pusat. Akan ada umpan balik pada aplikasi website berupa jawaban yang dapat dibaca langsung oleh kantor kecamatan. Bila pengaduan diterima, pelanggan akan diberi kompensasi berupa rasionalisasi nilai tagihan dan subsidi pada pembayaran tagihan berikutnya,” kata Tohari menerangkan.

Mengenai mekanisme pengklasifikasian pelanggan daya 900 VA ini/ PLN memakai data terbaru dari Tim Nasional Percepatan Penagggulangan Kemiskinan (TNP2K). Communication Strategy Specialist TNP2K, Rajeshanagara Sutedja ungkapkan kelompok kaya menerima subsidi listrik lebih besar.

Rajes- demikian ia akrab disapa- menyebutkan penerima subsidi listrik yang terdaftar di PLN secara nasional baik daya 450 VA dan 900 VA sebanyak 46 juta. Sementara dalam Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin hanya berjumlah 18,75 juta.

“Pencocokan data dari PLN dan data terpadu dilakukan pada Januari hingga Maret 2016. Untuk diketahui ada beberapa perbedaan antara penerima subsidi listrik dan kategori untuk program subsidi lainnya,” ujar Rajes.

Rajes juga memastikan, dengan pengklasifikasian pelanggan daya 900 VA subsidi dan non subsidi ini, tidak berpengaruh besar terhadap angka kemiskinan di Indonesia.

Mengacu pada sumber BPS 2016, pada Komoditi Bukan Makanan Listrik perkotaan menyumbang 2,96 persen, peringkat tertinggi kedua setelah perumahan 9,76 persen. Namun jika dipadukan dengan Komoditi Makanan, masih berada diurutan bawah.

Uniknya lagi, kata rajes, sumbangsih pada garis kemiskinan listrik jauh dibawah komoditi makanan berupa rokok yang mencapai 9,08 untuk perkotaan.

“Baik di perkotaan maupun pedesaan, Rokok justru jauh lebih tinggi dibandingkan listrik. Sehingga masyarakat tidak perlu panik dan khawatir,” imbuhnya.

Direktur Pembinaan Pengusaha Ketenagalistrikan ESDM, Satya Zulfanitra menambahkan, secara nasional pencabutan subsidi menjangkau 23 juta pelanggan atau 33 persen dari pelanggan listrik daya 900 VA. Dengan pencabutan ini, menghasilkan efisiensi subsidi mencapai Rp.22 Triliun.

“Kebijakan penyesuaian tarif ini berdasarkan hasil rakor dengan menteri ESDm juga pada 22 September 2016. Pencabutan subsidi dilakukan bertahap. Artinya jika tadinya pelanggan dikenakan tarif 585 rupiah atau mendapatkan subsidi 875 rupiahper kwh, selanjutnya dikenakan tarif normal 1.460 rupiah per kwh,” pungkasnya. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini