Penggagas SDIT Istiqamah Angkat Bicara

sdit

Salahsatu lorong SDIT Istiqamah Balikpapan. (Foto: Imay/ IDC FM)

Balikpapan (idcfm.net)–Pada 1996, seorang guru agama SDN 001 Gunung pasir, Sukardi, berpikir bagaimana syiar Islam ini bisa diterima kalangan pelajar sedini mungkin. Keinginannya itu disampaikan kepada Hj. Maryam, yang kala itu menjabat sebagai kepala sekolah SDN 001 Gunung Pasir. Keinginan itu juga terdengar oleh Hj. Wahida Ketua Yayasan Fii Sabiliillah Balikpapan dan mendapatkan sambutan yang antusias.

“ Saya dengan Hj. Maryam diundang ke kediaman beliu di Jalan ARS. Muhammad nomor dua, untuk mewujudkan berdirinya SDIT pertama di Balikpapan. Kami berunding apa yang dilakukan pertama, yaitu persiapan administrasi untuk kunjungan ke sekolah luar daerah,” terang Sukardi.

Untuk membangun SDIT, pihaknya mendapat rekomendasi dari Kementrian Agama Kota Balikpapan, Dinas Pendidikan Kota Balikpapan dan Walikota Balikpapan, Tjutjup Suparna. Berbekal rekomendasi dari tiga pihak terkait, Sukardi dan Hj. Maryam terbang ke Surabaya mengunjungi SDIT Al-Hikmah dan SDIT Nurul Fikri di Jakarta. Kunjungan ini dalam rangka mengkaji dan melihat dari dekat bagaimana SDIT dikelola dan kurikulum pembelajarannya.

“Tekad kami sudah bulat untuk membangun SDIT. Rekomendasi itu keluar pada November 1996 dan pada Desember kami langsung mengunjungi dua sekolah tersebut,” terangnya.

Setiba di Balikpapan Sukardi langsung menyusun proposal, meski akhirnya dipusingkan dengan finansial untuk membangun sekolah SDIT. Namun kebingungan itu tidak berlangsung lama, karena BDI Pertamina dan Suroso, pengurus DKM Istiqamah menyalurkan bantuan ke Musala yang berada persis didepan rumahnya. Tanpa membuang waktu, keinginan membangun SDIT  ia sampaikan kepada pengurus DKM Istiqamah.

“Kami ngobrol dari jam delapan sampai jam 12. Akhirnya kami diundang ke Masjid Istiqamah bertemu langsung dengan BDI dan pengurus lainnya. Akhirnya dalam musyawarah gabungan tersebut, Istiqamah menyatakan siap,” ujarnya.

Kesiapan pertamina tersebut berdasarkan pertimbangan sudah terbangunnya gedung eks TPI (Taman Pendidikan Islam). Saat itu telah terbangun sekitar tiga ruang belajar yang tidak terpakai dan mempersilakan kegiatan belajar mengajar SDIT Istiqamah dilakukan di gedung tersebut.

“Langsung operasional tahun 1997. Semua listrik dan air dari pertamina. Waktu itu yayasannya Al-Muslimin. Memang saat izin operasionalnya saya dipersalahkan karena tidak sesuai prosedur . Saya langsung ke Disdik, padahal kalau izin operasional seharusnya di kantor Disdik tingkat kecamatan,” imbuhnya.

Setelah sekolah dan pengurus yayasan tersebntu, Sukardi ditugaskan mengantarkan guru yang berhasil direkrut untuk magang ke SDIT Nurul Fikri di Jakarta.

“Saya antar sekitar delapan orang guru yang berhasil direkrut. Termasuk Pak Ali Mansur,” ujarnya. (Imy)

 

 

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini