Pemkot Kejar Target Pendapatan Sektor PBBP2

RIZALBalikpapan- Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengajak seluruh wajib Pajak di Kota Balikpapan agar segera membayar Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) di loket-loket pembayaran yang disiapkan oleh Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan sebelum batas pembayarannya berakhir pada 30 September 2017.

“Walaupun batas jatuh tempo pembayarannya masih lama namun ibarat pepatah ikan sepat ikan gabus, lebih cepat membayar makin bagus,”ujar Rizal Effendi setelah menerima SPPT PBB P2 dari BPPDRD Kota Balikpapan di Kantor Wali Kota Balikpapan, Rabu (3/5) pagi.

Rizal mengatakan imbauan ini diberikan olehnya agar masyarakat dapat memanfaatkan waktu luangnya untuk mengunjungi loket-loket untuk membayar pajak, sehingga tidak saat masa pembayaran selesai tidak terjadi penumpukan wajib pajak seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kita berharap semua warga dapat merasa nyaman saat mengakses layanan pajak, dan dapat menunaikan kewajibannya dengan sepenuh hati.  Untuk warga Balikpapan yg telah membayar Pajak Daerah dan PBB, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya karena dengan membayar Pajak maka telah turut menunjang pembangunan Kota Balikpapan yg kita cintai,” kata Rizal.

Sementara itu, Kepala BPPDRD Kota Balikpapan Muhammad Noor mengatakan untuk memaksimalkan pelayanan pembayaran pajak daerah, BPPDRD Kota Balikpapan bekerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah Kaltim  membuka pelayanan pajak di beberapa lokasi.

Adapun lokasi-lokasi yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk membayar pajak daerah, yaitu Kantor BPPDRD Kota Balikpapan di Kantor Gabungan Dinas Jl. Jend Sudirman, Seluruh Kantor Cabang/Kantor Cabang Pembantu/ Kantor Kas Bank Kaltim di Kota Balikpapan, melalui ATM Bank Kaltim, dan melalui mobil kas bergerak yang dimiliki oleh Bank Kaltim ditempatkan dibeberapa titik tertentu (lihat grafis).

“Kita juga akan membuka layanan PBB P2 di area Car Free Day Lapangan Merdeka, info lengkapnya bisa ikuti Instagram BPPDRD, yaitu bppdrd_balikpapan,” papar Noor sapaan akrabnya.

Secara terpisah Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Operasional (P2O) BPPDRD Kota Balikpapan Silvia Rahmadina mengatakan dalam optimaliasi penerimaan PBB P2, BPPDRD Kota Balikpapan melibatkan seluruh RT di Kota Balikpapan dalam pembagian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB P2, yakni surat yang digunakan oleh Pemerintah Kota untuk memberitahukan besarnya PBB P2 yang terutang kepada wajib pajak di 34 Kelurahan di Kota Balikpapan sejak beberapa waktu yang lalu. Pada tahun ini jumlah SPPT PBB P2 yang dicek sebanyak 215.950 lembar.

“Dengan melibatkan RT kita berharap potensi penerimaan PBB P2 dapat tercapai maksimal, terlebih hingga saat ini terdapat data-data PBB P2 yang masih bermasalah seperti terdapat RT 00 (nol-nol,Red) pada SPPT sehingga kita tidak dapat menelusuri objek pajak yang dimaksud tanpa bantuan Ketua RT dan Lurah setempat,” kata Silvi.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, BPPDRD bekerjasama dengan Kelurahan untuk melakukan pengecekan terhadap objek pajak wilayahnya. 

“Cara mengurangi RT 00 itu, kelurahan di kasih (SPPTnya,Red), jika ada warga kelurahan yang tidak menerima SPPT maka dikasih lah SPPT itu dengan terlebih dahulu memeriksa kesamaan Nomor Objek Pajak,” jelas Silvi.

Silvi berharap kepada seluruh wajib pajak agar pro aktif dalam memeriksa data-data pada SPPT PBB P2 objek pajaknya dengan melakukan validasi data melalui RT setempat atau di Kantor BPPDRD saat membayar pajak.

“Kita mohon kepada Ketua RT agar memeriksa SPPT PBB P2 yg telah disampaikan, jika terdapat perubahan data seperti pemekaran RT maka segera disampaikan melalui Lurah yg dituangkan pada  lembar validasi dan selanjutnya dapat langsung dilakukan perubahan, tetapi apabila terdapat perubahan terkait ganti nama dan perubahan luas serta pendaftaran objek pajak baru maka si Wajib Pajak lah yg harus menyampaikan ke BPPDRD (persyaratan liat grafis_red) ” paparnya.

Pada tahun 2017 Pemerintah Kota dan DPRD menetapkan target penerimaan dari PBB P2 sebesar Rp 79,3 Milyar. (zha)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini