Pembuktian 30 Juta Jam Kerja Tanpa LTI

tepi

Ist.

Balikpapan (idcfm.net)—Prestasi PT Total E & P indonesie (TEPI) berkaitan dalam Health, Safety & Environment (HSE) tahun 2016 mencapai 375 hari penuh zero Lost Time Injury (LTI). Prestasi ini dicapai berkat kerjasama antara TEPI dan para kontraktor mitra kerjanya terkait HSE. Mengingat 76 persen porsi pekerjaan TEPI di Blok Mahakam dilaksanakan oleh para kontrakrtor mitra kerja.

“Kita hitung dari Desember, LTI kita 375 hari atau 30,8 juta mans- hour. Bagaimana karyawan kita merasa bekerja lebih aman dan pulang dengan aman sesuai waktu. Disisi lain karyawan juga diminta menjunjung tinggi aspek kesehatan,”  ujar Arividya Noviyanto, President and General manager Total E & P Indonesie, saat Jumpa Pers di Novotel Balikpapan pada Rabu (22/02/2017) siang.

Meski menorehkan prestasi Zero LTI sepanjang 2016, pemilik sapaan akrab Novi ini akui telah terjadi sejumlah insiden atau kecelakaan kecil. Peristiwa ini berpotensi menjadi besar, jika tidak dilakukan upaya perbaikan dan pencegahan. Pada umunya, peristiwa insiden tahun 2016, terjadi pada kegiatan rutin atau terencana, sehingga kedepan dilakukan langkah-langkah untuk menegakkan kepatuhan terhadap prosedur dan aturankerja, agar kecelakaan-kecelakaan kerja dapat diminimalkan.

“Ditahun lalu sampai saat ini sudah 428 hari tanpa LTI. Kita berharap tahun ini lebih 34 juta mans-hour. Sejumlah langkah salahsatunya meningkatkan keselamatan kerja di laut berupa kompetensi pada awak kapal maupun inspeksi kondisi kapal. Hasilnya safety untuk marine operation jauh lebih baik,” ujarnya lagi.

KDR. Dr. Kasyunnil Kamal MS, SpOK, Spesialis Madya Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis & Chief Medical Officer SKK Migas dalam kesempatan yang sama, mengapresiasi implementasi HSE pada TEPI. Ia berujar, perusahaan asal Prancis ini cukup memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan kerja. Sehingga tahun 2016, pihaknya memberikan nilai tertinggi untuk program kesehatan.

“Hal ini sejalan dengan program kesehatan. Semoga kedepan dengan beralihnya pengelolaan ke Pertamina Hulu Mahakam, program ini terus berjalan dengan baik baik internal maupun kontraktor,” tukasnya.

Sebagai apresiasi terhadap kontraktor mitra kerja dalam menjalankan HSE, Sembilan perusahaan dan satu karyawan meraih penghargaan Mahakam Award 2016. Mahakam Award merupakan penghargaan kepada para mitra kerja TEPI yang dinilai berprestasi.

Pada penerimanya adalah PT Elnusa, Tbk kategori Safety Performance of High Risk Contract >400.000 Man-Hours; PT Adimas Kertajaya kategori Safety Performance of High Risk Contract 200.000 to 400.000 Man-Hours; PT Logindo Samudra makmur, Tbk kategori Safety Performance of High Risk Contract <200.000 Man- Hours; PT Inconis Nusa Jaya kategori Safety Performance of Medium Risk Contract; PT Halliburton kategori The Most CeRMAT Frequency; PT Surveyor Indonesia (Handil kategori The Most Improved Camp Accommodation; PT Warga Kusuma Jaya kategori The best HSE management System Contractor Mentorship Program; PT meindo Elang Indah kategori Societal Award; PT Holcim Indonesia, Tbk kategori Environmental Award dan Bambang Irawan dari PT Nesitor kategori HSE Appreciation for Contractor Employee.

Atas kinerja yang baik di sektor HSE tahun 2016, TEPI menerima lima penghargaan Keselamatan Kerja serta Lindungan Lingkungan (K3LL) diantaranya nihil kecelakaan kerja dari provinsi kaltim dan Pemkot Balikpapan; Safety Award dari Total Group dan tiga kategori penghargaan Patra Nirbaya Karya dari Menteri ESDM.(Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini