Pedagang Ngeluh Sepi Pembeli, Apa Kata TPID?

Balikpapan (idcfm.net)—Sejumlah pedagang di Pasar Klandasan keluhkan sepinya pembeli, sebagai dampak dari kenaikan beberapa harga komoditi pangan.

pasarklandasan_balikpapan_275

Pasar Klandasan. (Ist)

Berdasarkan pantauan hasil sidak KPPU RI di Pasar Klandasan pada (13/05) pagi, diketahui komoditi di zona basah berupa ayam ras, mencapai Rp. 38 ribu hingga Rp. 45 ribu per ekor dari yang biasanya Rp. 33 ribu hingga Rp. 40 ribu, daging sapi Rp. 120 ribu/ Kg, Ikan layang dari Rp. 20 ribu menjadi Rp.25 ribu / Kg, karung. Sementara harga komoditi di zona kering berupa minyak goreng curah dari Rp.175 rb menjadi Rp.190 ribu per galon, gula pasir dari Rp.600 ribu menjadi Rp.710 ribu per, bawang putih dari Rp. 35 ribu menjadi Rp. 40 ribu dan bawang merah dari Rp. 45 ribu menjadi Rp. 55 ribu.

“Yaa sepi. Pembeli kadang kalau tau harganya tinggi biasa bawang merah minta sekilo, sekarang cuma beli setengah kilo. Makanya kami ambil sedikit-sedikit aja karena takut ga laku. Biasanya kalau puasa dan lebaran itu naik lagi harganya” ujar salah satu pedagang kelontongan Pasar Klandasan, Muhammad Sahrudin.

Keluhan serupa juga dilontarkan pedagang ayam, Sa’diah. Ia menyebutkan dari pengepul sudah menaikan harga ayam hidup, yang biasanya Rp. 14 ribu menjadi Rp. 19 ribu per ekor, untuk ukuran standar. Sehingga mau tidak mau, ia harus menaikan harga jual agar tidak merugi.

“Dari sana sudah naik jadi 19 ribu. Kita potong sendiri ayamnya. Sekarang ini paling laku 80 ekor sehari. Itu 100 ekor kalau pembeli sabtu minggu,” ujar Sa’idah.

Terpisah, Pemimpin kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani, menuturkan pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus mengawasi rantai distribusi kebutuhan pangan menjelang Ramadan ini. Menurutnya sejauh ini, pengiriman pasokan masih relatife stabil, hanya saja terjadi pergerakan harga yang cenderung meningkat.

“Secara umum rata-rata masih stabil. April kemarin Balikpapan Deflasi, namun kita jangan terlena, karena 90 persen kebutuhan kita dipasok luar daerah. Kita harapkan jangan sampai lebaran ada kenaikan berlebihan,” harapnya.

Suharman sendiri berpendapat, sewajarnya pergerakan harga suatu komoditi pangan adalah tidak lebih dari 5 persen. kenaikan baru akan terjadi ketika biaya transportasi juga naik. Sehingga ketika harga suatu komoditi melonjak drastis, perlu dipertanyakan penyebab dan masalahnya.

“Kalau melonjak berlipat-lipat itu yang jadi konsen kita semua. TPID dan KPPU konsen karena jadi permasalahan setiap tahun. Jangan sampai terulang-ulang,” pungkas Suharman.

Senada juga dilontarkan Asisten II Sekdakot Balikpapan Sri Sutantinah. Ia memastikan stok kebutuhan pangan saat Ramadan dan Lebaran aman dan stabil. Meski demikian, ia mengaku terus pantau pergerakan distributor, termasuk pemasok, pengepul dan punggawa.

“Kami meyakinkan bahwa stok cukup dan distribusi kita koordinasi dengan instansi terkait agar distribusi lancar dan harga terkendali,” imbuhnya. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini